Oleh: Syaifuddin Gani

PERAYAAN HARI PUISI INDONESIA
Pustaka Kabanti Kendari-Yayasan Hari Puisi
Kamis, 29 Juli 2021
15.15—17.30 WITA

Puisi adalah suara paling sublim yang dilahirkan penyair. Darinya, kita akan mengetahui pandangan dunia seorang penyair, juga bagaimana ia memotret situasi di kesehariannya. Beragam tema telah ditulis penyair, berabad-abad lamanya. Soal cinta, kematian, penyakit, Tuhan, daun, hujan, korupsi, laut, ibu, perang, kemanusiaan, agama, dan sebagainya. Walau tema itu disampaikan ulang oleh penyair berikutnya, tetapi tetap terasa segar di haribaan pembaca, membuka ruang perenungan hidup, memberi kesadaran kritis, serta memengaruhi laku spiritual.

Di Indonesia, puisi begitu akrab di masyarakat. Baik itu karena sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat yang berwujud dalam tradisi lisan seperti pantun, kabanti, atau nyanyian rakyat. Selain itu, sudah begitu panjang usianya berbagai kegiatan pembacaan, festival, penghargaan, penerbitan, diskusi, musikalisasi, atau lomba puisi diselenggarakan di tengah masyarakat , sebagai wujud kecintaan pada puisi.

Chairil Anwar adalah salah satu penyair yang dianggap memiliki sumbangsih besar bagi puisi di Indonesia. Sebagai penyair Angkatan ’45, ia memberi nafas kebaruan dalam puisi Indonesia. Di tangannya, bahasa Indonesia begitu bertenaga dan mampu didayagunakan menjadi alat ucap bagi berbagai kemungkinan penciptaan dan eksplorasi puisi. Pengaruhnya terasa sampai di generasi penyair sampai saat ini. Itulah sebabnya, bertempat di Anjungan Idrus Tintin, Pekanbaru, Riau, pada 22 November 2012 sekitar empat puluh penyair tanah air berhimpun dan mendeklarasikan Hari Puisi Indonesia yang ditetapkan pada setiap tanggal 26 Juli, sebagai tanggal kelahiran Chairil Anwar. Beberapa deklarator saat itu antara lain dari Rida K. Liamsi, Agus R Sarjono, Asrizal Nur, Maman S. Mahayana, Jamal D. Rahman, dan Ahmadun Yosi Herfanda.

Di tahun 2021 ini, yakni sembilan tahun sejak deklarasi dilakukan, perayaan Hari Puisi Indonesia, tetap bergema dan diselenggarakan, walau dalam suasana pandemi. Pembatasan kegiatan masyarakat, khususnya yang melibatkan peretemuan fisik, dilakukan pemerintah agar pagebluk ini segera berlalu. Akan tetapi, penyair dan komunitas tetap harus kreatif dan bersiasat agar puisi tetap dapat disuarakan dan kegiatan tetap dilakukan dalam protokol kesehatan yang ketat. Respons penyair di masa pandemi menjadi sebuah keniscayaan untuk memaknai kejadian besar tersebut yang berpengaruh kepada kehidupan umat manusia.

Itulah sebabnya, Pustaka Kabanti Kendari bekerja sama dengan Yayasan Hari Puisi akan menyelenggarakan Diskusi, Pembacaan Puisi, dan Musikalisasi puisi dalam rangka memeriahkan Perayaan Hari Puisi Indonesia 2021. Tema kegiatan tersebut adalah Suara dari Kendari: Respons Penyair di Masa Pandemi. Kegiatan tersebut diselenggarakan secara daring pada:

Hari/tanggal: Kamis, 29 Juli 2021
Pukul: 15.15 –17.30 WITA
Tautan: https://s.id/Kabanti_Haripuisi21
Kode acara: 870 9316 9255
Kode masuk: kabanti

Diskusi akan menampilkan kritikus sastra Maman S. Mahayana yang juga Ketua Yayasan Hari Puisi sebagai narasumber dan akan dimoderatori oleh Adinda Febriana Putri Pangerang. Sementara itu, pembacaan puisi akan diramaikan para penyair-seniman, baik dari Kendari sebagai pelaksana kegiatan, maupun dari luar Kendari sebagai penyair undangan. Para penyair undangan adalah Abdul Wachid B.S. (Purwokerto), Mezra E. Pellondou (Kupang), Zulfaisal Putera (Banjarmasin), dan Bastian Zulyeno (Jakarta) yang secara khusus akan membacakan puisi dari penyair besar dunia, Jalaluddin Rumi, dalam bahasa Persia dan Indonesia.

Penyair/seniman dari Sulawesi Tenggara adalah Adhy Rical, Astika Elfakhri, Eros Lastra, Erviana Hasan, Irianto Ibrahim, Iwan Konawe, La Ode Muh. Rauf Alimin, Muammar Qadafi Muhajir, Muhamad Nadzir, Sartian Nuriamin, dan Syaifuddin Gani.

Perayaan Hari Puisi ini menghadirkan penyair-seniman, baik dari Sulawesi Tenggara maupun dari provinsi lain yakni Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Jakarta, dan Nusa Tenggara Timur. Hal ini bertujuan untuk membangun silaturahmi dan menjadi ruang pertemuan bagi keberagaman keindonesiaan kita. Walau diselenggarakan dalam bentuk virtual, tetapi kami berharap ia menjadi modal sosial dan kemanusiaan kita. Amin.

Acara ini tidak berbayar dan terbuka untuk umum. Kami menantikan kehadiran dan partisipasi Anda. Salam puisi!

Kendari, 21 Juli 2021

Pustaka Kabanti-Yayasan Hari Puisi

(Visited 153 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Syaifuddin Gani

Syaifuddin Gani adalah penulis puisi, esai, dan penelitian sastra. Sejak tahun 1998 bergabung dengan Teater Sendiri, sebuah komunitas yang berkhidmat di dunia sastra dan teater. Tahun 2016 mendirikan dan mengelola Pustaka Kabanti, sebuah komunitas penulis. Ia juga mendirikan Penerbit Pustaka Kabanti dan mengelola Blog Pustaka Kabanti. Sejak 2006 menjadi pegawai Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara. Puisi-puisinya tersebar di berbagai buku, majalah, dan media digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.