Dari sudut jendela kayu tua berwarna hijau lumut, aku mengeja sunyi yang perlahan luput….
Menjemput jemari mentari pagi yang datang menyapa, menyelinap di antara celah kaca lusuh yang penuh rahasia….
Di sana, di dalam pot putih yang tenang, sesosok mungil rupawan tumbuh dengan riang….
Ia tak megah, namun anggun berdiri, menyemai hangatnya fajar ke dalam sanubari….
Benar, dialah sang lidah mertua versi kerdil, penjaga udara di kala dunia bising dan berpolusi…
Dalam helai daunnya yang kaku namun tulus, ada napas kehidupan yang ia sulam dengan halus, merajut oksigen suci untuk paru-paru manusia yang terkontaminasi sianida….
Perpaduan hijau daun yang bergradasi manis, berpadu bingkai kayu hijau tua yang puitis,
melahirkan sepotong kanvas estetika yang magis….
Sebuah ketenangan yang menyegarkan jiwa,
membisikkan bahwa damai sejati tak butuh banyak suara….
