Oleh: Amsory
Mungkin kita sebagai anak tidak mengistimewakan ayah seperti ibu kandung. Waktu yang sempit berjumpa, membuat kita terkadang perlakukan ayah biasa saja. Kesibukan ayah di luar membuat bertemu dengan keluarga berkurang. Sesungguhnya, tahukah kamu di luar sana ayah sedang sibuk melukis jalan bagimu dan ibumu?
Dia sembunyikan lelahnya dengan senyuman. Ayah adalah lelaki “gengsi” bagi keluarganya. Setiap permintaan selalu saja di hadirkan walaupun mustahil. Baginya tidak ada kata “tidak ada” untuk permintaan buah hati dan ibunya. Pantang mengatakan tidak ada, walaupun pada dasarnya tidak ada.
Kita terkadang tidak mengetahui begitu lelahnya, tidak peduli apa kesusahannya. Dia lelaki yang tidak pernah mengeluh, walau gelombang kebutuhan terkadang menghantam tidak pernah kasihan.
Dia tetap tegar menghadapi setiap persoalan yang hadir tanpa mengiba. Dia seperti matahari yang selalu menerangi kebutuhan keluarga. Tanggung jawabnya pun bukan hanya sebatas di dunia, dia berani memikul semua beban istri dan anak-anaknya di akhir nanti.
Semoga kita tersadarkan bahwa ayah adalah pelukis jalan masa depan bagi keluarganya. Bersyukur jika masih ada ayah di rumah. Peran ayah adalah kekuatan bagi keluarga dan ibu adalah kelembutan dan keteduhan.
Bagi yang masih punya ayah dan ibu, jangan menunda untuk memaksimalkan mengabdiannya kepada mereka. Mereka adalah pintu surga kita. Alfatihah tanpa batas untuk semua ayah dan ibu yang telah berbaring tenang di sisi Tuhan.
*Penulis adalah Mantan Ketua HMI Cabang Jakarta Selatan, Kandidat Doktor Ilmu Politik.

