Oleh : Imam Abdullah El-Rashied
Merayu Tuhan, mengharap keberpihakan, cinta kita bersatu dalam suratan, terdekap kebersamaan, dan kebahagiaan, dalam keabadian.
Merayu takdir, mengaspirasikan asa nan ketir, do’a dan pinta yang sekian lama diukir, berharap cinta kita tak pernah berakhir.
Merayu semesta, membisikkan sejuta cita, tentang rindu yang berakar lara, dan jarak yang menyesakkan dada, tentang jumpa yang tertunda, tentang cinta kita.
Merayu waktu, membisikkan rindu, yang penuh belukar pilu, serta bayangan-bayangan semu, penantian nan jemu, berharap cinta kita melebur dalam temu.
Merayu jarak, meredam rindu yang kian semarak, tetap saja kita tak bisa mengelak, bahwa kita benar-benar terjebak, oleh rasa yang tak pernah bisa ditebak.
Cinta kita, rasa yang tumbuh dari sebuah jumpa, bersemi dalam sebuah asa, lantas berbuah rindu yang tiada akhirnya.
Peternak Rindu
Mukalla, 27 September 2021

Suka dengan pilihan diksi-nya… menarik…