Oleh : Imam Abdullah El-Rashied

Tak terucap oleh lisan, namun tersimpan rapi dalam pengharapan.

Dalam sujud-sujud dan ujung sebuah penghambaan.

Berdiam, tersirat ungkapan yang dalam. Rindu yang tak lagi bisa diredam.

Mata boleh tak bertatap, namun hati sudah saling penuh harap. Bertemu dalam do’a dan asa yang tak terucap.

Memiliki, dan saling menjaga hati. Menjaga jarak yang sudah tak berarti.

Jika dua jiwa sudah menyatu, perlukah mereka untuk bertemu? Yah, untuk mengobati rindu, yang meletup tak menentu.

Kekasih, kata yang harap didengar dan diucap dengan fasih.

Peternak Rindu
Mukalla, 27 September 2021.

(Visited 11 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.