Oleh : Imam Abdullah El Rashied

Hai…
Langit yang pernah kita tatap bersama, nampak tanpa senyum senja menyerta.
Kelabu, persis seperti mendung di hatiku.
Mentari sudah terbenam, menjejakkan kenang untuk sang malam.

Sepertinya, kita pernah meraba do’a yang serupa di ruang asa yang sama.
Melayangkan sejuta harap di hamparan mihrab-Nya.Jemariku terasa kaku, ketika kupaksa mengetik namamu di ponselku.

Tak seperti lidah yang begitu lincah, saat mengeja namamu dengan hati yang membuncah.Kita sudah saling menyatakan, namun lidah masih kelu untuk mengutarakan. Aneh ya?Oh ya, aku hanya ingin mengabarkan, ada dua hal yang ditakutkan oleh Pecinta.
Pertama, ia takut penolakan dan pengabaian.
Kedua, ia takut kehilangan.

Ah, mencintaimu membuatku terjebak dalam harapan dan dikejar-kejar rasa yang mencemaskan. Sama satu lagi, didera rasa cemburu, padahal memilikimu merupakan hal yang tabu.Meski tak ada janji yang terikat, kita sudah sepakat. Berbisik pada senja tentang rasa yang sedang menjelma.
Aku menunggumu, kasih.

Peternak Rindu
Mukalla, 29 Agustus 2021.

(Visited 17 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.