By Andi Satia
Jiwaku terasa sepi,
Hanya ada kesunyian dan kesedihan dibalut rasa rindu.
Merongrong jiwa yg lagi sepi,
Kutitip hayalku lewat desiran angin malam.
Kucoba untuk menanti bayang-bayangmu
Lewat rembulan di malam hari,
Namun kau tak kunjung menghampiriku.
Kurindu hangatnya belaianmu.
Wahai ayah dan bunda,
Kurindu engkau di setiap langkahku,
Engkau yang telah pergi untuk selamanya.
Engkau laksana embun di pagi hari,
Dapat memberi penyejuk di kala hati terselimuti duka.
Engkau akan kukenang di sepanjang hidupku.
Engkau telah hilang di telan sunyi,
Berganti dengan lara nestapa.
Jiwaku berganti pilu,
Semoga tak menjadi kidung sepi.
Wahai semilir angin, penyelimut larutnya malam
Kutitip rinduku lewat hembusan kabut.
Kini kuterperangkap di kesunyian malam,
Tuk menyambut sang pagi
Tuhan, ! Hadirkan setitik cahaya terang
Penyejuk hati yg lagi terselimuti duka
Agar hati ini merasa tenang.
Semoga hari esok hati jadi damai

Kata – katanya sangat indah dan menyentuh tentang kerinduan terhadap orang tua😘 terus berkarya puang semoga sukses selalu👍🥰
Smangat teruski berkarya Pung, smoga berkh ilmunya Aamiin….💪💪💪👍👍👍
Kerinduan tdk akan betakhir kpdx kecuali dg kesabaran
Bagus dn indah. Kata *katax
Benar2 suatu ungkapan kata hati yang menyejukkan
#di tunggu karya karya berikutnya😍😍😍
Bagus sekali puaNg jadi ingat almarhum bapak 😭😭😭
Menyentuh bu’