Oleh : Maya Ummu UKkasyah
Bismillahirrahmanirrahim.
Sejenak ku termenung sambil memandang sekelilingku. Sungguh menakjubkan kuasa-MU yaa Robbi. Begitu banyak nikmat yang telah Engkau anugrahkan kepada diri ini.
Namun, diri ini selalu berkubang dalam dosa dan kemaksiatan.
Ku mencoba membuka kembali lembaran masa laluku. Sungguh menyedihkan, sungguh memilukan. Penyesalan yang tiada henti, menyesakkan qalbu ini.
Betapa tidak, hari demi hari kulalui kala itu. Tiada hari tanpa bergelimangan dosa dan kelalaian. Sering saja Allah menganugrahkan nikmatnya, namun sesering itu pula diri ini lupa diri dari-NYA. Hiruk pikuk dunia telah melenakkanku
sehingga terlupa bahwa ada akhirat yang menanti kehadiranku.
Astaghfirullah. Apa yang telah kuperbuat selama ini. Langkah kaki ini terus melaju menapaki jalan yang tak tau ujungnya. Sejenak ku tersentak merasa, ”Sedih dan ketakutan”.
Sedih, akankah semua ibadah yang kukerjakan selama ini diterima oleh Allah Swt? Sudahkah kumelakukannya karna Robbku? Takut, akankah kita mampu selamat dari segala siksaan di hari pembalasan?
Sungguh tak terasa kumenitikkan air mata ini membasuh seluruh wajahku.
Air mata taubat yang kupersembahkan untuk Robbku. Akankah taubat ini diterima Oleh-NYA?
Ku mencoba meraih hidayah-NYA, memegangnya seerat mungkin, dan takkan kubiarkan ia berlalu begitu saja. Ku mencoba memulai kehidupan baru yang lebih baik. Ku mencoba memperbaiki diri yang hina ini. Berharap keberkahan selalu menyertai setiap derap langkah ini. Ku mencoba melakukan apa saja, yang ku anggap mampu memberikan manfaat bagiku dan orang lain terkhusus untuk Nabi dan Robbku.
Benar saja apa yang disampaikan oleh Rasulullah Saw dalam sabdanya:
“Sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain”.
Ketika engkau berbuat kebaikan dan memberi manfaat bagi orang lain, maka kebaikan itu pula akan kembali kepada kita.
Yaa Robbi. Tiada daya dan upaya melainkan atas pertolongan-MU. Kuserah segala hidup dan matiku hanya kepada-MU. Sungguh Engkau yang Maha Sempurna. Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.
Dari Hamba-MU yang lemah
Maya_Ummu UKkasyah

Aku sgt terharu membaca artikel yg d tuliskan ananda maya krn d mn ceritax itu sesuai dgn kenyataan dia menolong sesama tanpa pamrih dn tdk perna mengungkapkan k pd org lain inilah nmx guru pembelajar bukan guru belajar dmn sy ingat d BN ini perna sy dpt ilmu perbedaan guru belajar n pembelajar guru belajar adalah seseorg yg tdk mau membagi ilmunya sementara guru pembelar yaitu
seseorg yg membagi ilmux kpd org lain