Hari ini adalah hari Jum’at, 15 oktober 2021. Tepat 35 tahun yang lalu, aku dilahirkan ke dunia ini dari seorang rahim wanita bernama Harniah. Wanita pertama yang mengajarkanku arti sebuah kasih sayang. Wanita yang mengajarkanku bagaimana mencintai dengan tulus. Dia pula yang mengajarkan aku bagaimana menjadi manusia yang kuat dan pantang menyerah dalam mengarungi gelombang hidup yang fana ini.

Hari ulang tahun merupakan hari istimewa bagi segenap insan milenial. Mereka yang memiliki perekonomian kelas menegah ke atas, biasanya  akan melakukan pesta perayaan dan mengundang banyak orang. Tak jarang mereka menghabiskan banyak duit demi merayakan hari istimewa tersebut. Di hari ulang tahun itu, mereka akan mendapatkan kado dari orang-orang terdekat mereka. Mulai dari kado yang sederhana sampai kado yang bernilai mewah. Namun hal itu tidak berlaku bagiku. Karena memang keluargaku tak pernah mengajarkan kami untuk merayakan hari ulang tahun seperti yang dirayakan orang pada umumnya.

Seperti biasanya, hari-hari kujalani dengan rutinitas sebagai seorang guru honorer di sebuah SMP yang ada di kolaka utara. Pukul 06.29 Wita, aku menerima pesan whatshapp dari Bunda Ros untuk memantau aktifitas kegiatan anak-anak di Pena Anak Indonesia khusus kabupaten kolaka Utara. Namun, tak sempat aku balas karena kebetulan hari ini aku melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Pukul 09.06 Wita, handphone-ku kembali berdering, lagi-lagi pesan dari Bunda ros. Tapi, kali ini pesan beliau sungguh membuat terporak-poranda. Bagaimana tidak, di hari yang spesial ini, beliau adalah orang pertama dan satu-satunya yang mengucapakan kalimat itu kepadaku.

“Semoga sehat selalu bang mentor Samrin Samad, semoga sehat selalu”.

Jujur, ketika membaca pesan tersebut, perasaanku campur aduk. Senang, Bahagia, haru berbaur menjadi satu kesatuan. Hingga untuk membalas pesan tersebut jari-jemari ini membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

“Aamiin, makasih bunda” jawabku singkat karena otak tak mampu lagi untuk mengolah kata demi kata akibat perasaan haru.

Sepulang dari sholat jum’at, kembali mata ini berkaca-kaca. Lagi-lagi karena orang yang sama melalui pesan whatshapp. Yah, siapa lagi ? beliau adalah Bunda Ros. Seorang guru,penggiat literasi, mentor, ibunda sekaligus panutan dalam berbagai hal. Beliau ingin memberi sebuah kado di hari ulang tahunku yang ke-35 tahun. Sebuah kado berupa harta karun yang tak bisa dinilai secara finansial.

“Ini kadoku di hari jadinya. Semoga terinspirasi harta karun yang ada di dalamnya. Harta karun yang tak bisa dinilai secara finansial”.

“Nanti ke rumah ambil”.

Dalam perjalanan menuju kediaman beliau, khayalan ini mengangkasa setingi-tingginya. Dalam fikiran, membayangkan tentang harta karun yang akan aku terima nanti. Senyuman khas penuh keikhlasan terlihat jelas dari kejauhan tatkala aku menghentikan motorku di halaman rumah beliau. Senyuman dari seorang pahlawan tanpa tanda jasa yang selalu tersaji ketika masih mengajar kami di dalam kelas.

Setelah menghidangkan segelas teh dan sepiring pisang goreng. Sejurus kemudian, beliau bergegas mengambil  sesuatu dari garasi mobil. Sebuah barang yang terbungkus rapi oleh sebuah plastik bening. Tak lama berselang, Bunda Ros menyerahkan barang itu kepadaku. Sebuah kado harta karun berwarna biru akhirnya kuterima di hari ulang tahunku.  Sebuah kado yang menurutku sangat-sangat mahal dari yang kado pada umumnya. Sebuah kado yang takkan pernah lenyap di telan waktu. Ya, Sebuah kado harta karun yang di sampulnya tertulis “ KADO BUKU UNTUK SAHABAT”. Kini, aku sadar ternyata harta karun yang dimaksud itu bukanlah sejumlah uang ataupun emas. Melainkan sebuah buku karya Sang Motivator ulung Bapak Ruslan Ismail Mage yang akrab disapa Bang RIM.

Pada akhirnya, tak ada kalimat yang mampu kuucapkan selain kalimat terima kasih, terima kasih dan terima kasih. Terima kasih atas harta karunnya bunda. Semoga aku bisa menemukan pencerahan dan inspirasi dalam buku ini sesuai tulisan yang tersaji di sampulnya “Transformasi Satu Dasawarsa Gerakan Pencerahan Ruslan Ismail Mage”. Sekali lagi, Terima kasih guruku. Terima kasih atas ilmu yang  diberikan kepada kami hingga saat ini. Walau   tak lagi berprofesi sebagai guru, tetapi bagiku sekali menjadi guru selamanya akan tetap menjadi guru, dimanapun dan sampai kapanpun itu.

(Visited 208 times, 1 visits today)
4 thoughts on “KADO HARTA KARUN DARI ORANG YANG SPESIAL”
  1. Selamat pak samrin samad telah mendapatkan kado terindah dari bunda ros
    Yaitu kado buku untuk sahabat,itu adalah kado yang tak ternilai harganya,n net ultah yg ke.35 moga panjang umur sukses selalu
    Dalam segala hal,walau ucapannya telat namun ada bentuk perhatian didalamnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.