Bila jauh aku rindu, engkau jaga hatiku tak bimbang. Bila dekat aku dimanja, dan semakin rimbang cintamu bersarang.

Lantunan syahdu syair lagu ini menggerakkan penaku, mengukir rindu untukmu kekasih halalku, yang selalu membuat hidupku menjadi lebih indah.

Aku tahu kau bukan manusia sempurna, namun ketidaksempurnaanmu itu selalu membuatku menangis bahagia karenanya. Tak sempurna, namun engkau selalu mendengarkan dengan baik ceritaku, bermain, bercanda dan tertawa disetiap kesulitan, kesibukan yang tiada henti, dan selalu ada waktu buatku.

Pundakmu selalu ada di saat aku ingin bersandar menumpahkan segala keluh kesahku. Engkau pemimpinku tempat aku menyandarkan tangga kebahagaianku.

Engkau manajerku tempat aku manaruh harapan masa depan.Engkau adalah nahkoda bahteraku. Kupasrahkan setiap tujuan hidupku berada dalam kendalimu,karena aku tahu jalan yang kau tunjukkan takkan membuatku tersesat.

Maafkan, aku selalu membebanimu dangan keluh kesah di setiap waktu luangmu. Maafkan, aku pula belum bisa membuatkan makanan selezat buatan ibu, dan menyeduh kopi semanis buatan ibu.

Namun aku akan berusaha membuatmu selalu tersenyum manis dalam kondisi apapun.

Tuhan, terima kasih untuk pendamping hidup yang kau titipkan. Lindungi dirinya agar selalu membimbingku pada kebaikan. Ridhoi kami meniti jalan ke syurga-Mu.

(Visited 181 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Rosmawati

Saya Rosmawati — bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, mengajar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, dan aktif di komunitas Bengkel Narasi serta Pena Anak Indonesia (PAI). Tiga peran itu berjalan bersamaan, dan saya menjalaninya dengan sadar. Di perpustakaan, saya dekat dengan buku dan dengan orang-orang yang datang mencari sesuatu — entah itu pengetahuan, ketenangan, atau sekadar tempat duduk yang tenang. Di ruang kuliah, saya belajar lagi setiap kali mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tak pernah saya duga. Di komunitas, saya menemukan alasan yang paling sederhana mengapa literasi itu penting: karena ada anak-anak yang ingin bercerita, tapi belum punya kata-katanya. Saya menulis di Bengkel Narasi. Kadang soal hal-hal besar, kadang soal yang kecil saja — tapi selalu dari apa yang sungguh saya lihat dan rasakan. Kalau Anda ingin mengobrol soal literasi, pendidikan, atau dunia menulis — mari. 📍 Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ✍️ bengkelnarasi.com 📚 Perpustakaan Daerah Kab. Kolaka Utara 🎓 Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara

3 thoughts on “NAHKODA BAHTERAKU”
  1. Aamiinn…..kekasih halal adalah tempat mencurahkan segalanya,berbagi dlm segala hal ,moga bahagia selalu bunda,tetaplah menjadi pasangan yang harmonis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.