Walau sekarang jarak sudah memisahkan kita, saya tidak ragu bilang pada dunia bahwa kamu adalah sahabat terbaik saya. Kamu bukan hanya sahabat namun sudah seperti saudari bagi saya. Kamulah yang selalu menjadi orang pertama yang mendukung dan memberi penghiburan saat masa-masa sulit dalam hidup saya. Saya selalu yakin kamu selalu mendoakan yang terbaik bagi saya. Apapun yang terjadi, semoga persahabatan ini menjadi kisah klasik yang dengan bangga kita bagi dengan anak cucu kita nantinya.

Jenderal sdm


CATATAN TENTANG NILAI MAKNA PERSAHABATAN TAHUN 2020
(Sebuah Kado buat Cemma Rahmawati)

Surat untuk Sahabatku, Meski Jauh Kuyakin Kita Saling Mendoakan
Meletus bak gunung merapi, saat tetiba cemma ke soundman request lagu yg sangat bermakna teman lett, hanya membisu ketika cemma (panggilan waktu sekolah) mulai melepas unek2 nya 30 tahun lalu ketika kami semua alumni bergembira karena lulus dari hantu ebtanas yg waktu itu standar kelulusan sangat kejam. Terbukti senior kami byk jadi kelas veteran gegara tdk lulus. Disaat kami bersuka ria perpisahan atas kelulusan , hal sebaliknya Cemma dilamar dan memasuki gerbang pernikahan dini, tentu masa itu protes keras ingin seperti kami bebas remaja yg belum paham makna rumah tangga. Cemma melakoni takdirnya hingga jadi ibu rumah tangga yg sukses super sibuk yg dulu waktu sma suka pingsan 30 tahun kemudian jadi wanita yg kuat tegar yang tertimpa pengalaman dan makna hidup. Air mata tertumpa d cafe bridge tamalanrea 23 september 2020, saya baru tahu malam ini alasannya ke suaminya (anto, freeport) untuk berlama lama d Soppeng dan makassar demi untuk bayar lunas masa remaja yg tertunda karena berumah tangga. Rela berhari hari d bung sebuah kamar untuk mengenang dan merefresh memorynya. Malam ini semua terungkap.
Makna dan arti persehabatan kurang lebih 15 menit mengungkapkannya. Semua terdiam dan bentuk tanggapanku terdiam tak bisa mewakili alumni memberi ungkapan dan respon saya diam dengan tissu. Lebih bermakna dari pidato siapapun. Sedikit run down acara semalam, membuka memory smada yang tak pernah usai dicerita pemandu sekaligus narsum petta pabbicarae H. Andi syamsul Marlin disapa andi ling.
Penghuni cafe hanya membisu melihat k meja kami yang volume ketawanya melebihi sound cafe bridge. Cekikan ketawa abg jelita ( jelang lima puluh tahun) setiap andi ling mengunci ceritanya yg super lucu itu.
Entah berapa kali pramusaji membersihkan meja mungkin simbol menegur halus tapi tdk berani karena kirikanan menegur saya jenderal tambahki minuman ta.
Acara surprise dari yg empunya acara (sy ksh tahu ufi knp cemma selalu na hianati kah sll duluan k kasir) padahal bisaji ganti2 an.
Terakhir foto bersama gaya formal gaya abc. Pamitpamitan yg enjoy.
Cemma hari ini dini hari 24 september 2020 you sdh bergerak ke papua untuk melanjutkan kehidupan yang sesungguhnya bersama keluarga besar ta, yg kemarin hanya iklan merocovery memory. Samawaki, doa terbaik untukmu salam buat semuanya. 😭besok lusa kita akan iklan berikutnya semoga kita semua diberkahi umur panjang.

Selanjutnya izin kan saya, melanjutkan tulisan ini sebagai sahabat yang suka menulis otak saya berfikir bahwa tulisan senjata pamungkas untuk dikenang

Ikatan persahabatan bisa terjalin kuat seiring perjalanan waktu dan masa-masa yang pernah dilalui bersama.

Seorang teman akan menahan tawanya dan membantumu bangun saat kamu terjatuh. Tapi, teman sejati akan tertawa terbahak-bahak hingga mereka pun ikut terjatuh.”

anonim 2021

***
Hai sahabat rasa saudari
Cemma
Kita telah berteman selama 30 tahun, bukan?

Yah kita berteman karena waktu. Yaitu waktu yang sama saat kita memasuki bangku SMAN 2 Watansoppeng dan memaksa kita bertemu hampir setiap hari disekolah nenek urang.

Kita berteman karena keadaan. Yaitu keadaan yang memaksa untuk saling peduli dan saling berbagi, apalagi kalau bukan karena ospek sebagai mahasiswa baru. Saat itu begitu sulit bukan? Namun kita sekarang bisa menertawakannya sebagai lelucon. Hahahaha.

Tapi, kita juga berbagi waktu dan keadaan itu dengan  orang teman satu angkatan yang lainnya, atau lebih spesifiknya dengan smada 90.

Namun kali ini, saya ingin melanggar aturan yang tak tertulis dalam pertemanan kita. Saya ingin mengungkapkan rasa syukur saya mempunyai sahabat (karena bagi saya kamu adalah seorang sahabat) seperti dirimu.

Inilah bentuk keegoisan saya karena menyebut kamu adalah sahabat. Saya mungkin tidak pantas kamu sebut sahabat karena saya merasa tidak selalu ada di masa-masa sulit dalam hidupmu. Saya mohon maaf atas hal tersebut.

Apa yang membuat kamu berbeda dengan teman yang lainnya? Padahal kita adalah dua orang yang memiliki watak yang sama kerasnya, seharusnya bagaikan dua kutub magnet yang sama sehingga saling tolak-menolak. Yang membuat kamu berbeda adalah kamu setia mendengarkan setiap keluh kesah saya. Apakah itu terdengar klasik? Yah, mungkin sebagian besar orang akan bilang itu klasik sekali karena bukankah itu yang seharusnya dilakukan seorang teman?

Namun kamu selalu bisa memahami situasi saya dengan baik, kapan saya membutuhkan kamu sebagai pendengar dan kapan saya membutuhkan kamu memberikan nasehat dan pendapat-pendapatmu. Kita juga sering berargumen dan berbeda pendapat, namun kita akan selalu tahu kapan harus berhenti dan diam. Tidak pernah ada kata mencela dan menghujat yang terucap saat kita berbeda pendapat dan pandangan akan sesuatu. Kamu juga tak sungkan memarahi saya saat kamu menilai saya keterlaluan dan kamu sudah habis kesabaran dengan sikap saya. Saya ingat suatu ketika saya sedang ribut dengan mama saya karena suatu hal, dan kamu menjadi tempat curhat bagi mama saya dan mampu menenangkan beliau. Kamu mampu menjadi penengah antara saya dan mama. Kamu sangat memahami emosi saya yang gampang meledak dan kamu selalu tahu cara menghadapinya.

Walau sekarang jarak sudah memisahkan kita, saya tidak ragu bilang pada dunia bahwa kamu adalah sahabat terbaik saya. Kamu bukan hanya sahabat namun sudah seperti saudari bagi saya. Kamulah yang selalu menjadi orang pertama yang mendukung dan memberi penghiburan saat masa-masa sulit dalam hidup saya. Saya selalu yakin kamu selalu mendoakan yang terbaik bagi saya. Apapun yang terjadi, semoga persahabatan ini menjadi kisah klasik yang dengan bangga kita bagi dengan anak cucu kita nantinya.

Masih banyak kisah cerita teman yg belum kita kisah kan
Waktu tetap ada buat kamu,. Terutama bersuah k rumah saya sengaja agar penasaran dan tetap diagendakan.

I miss you and hope the best for you. Rajutlah masa depanmu dengan indah. Keep fighting, my best friend!

Your friend,

Sahabat sekolah smada






(Visited 462 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Sudirman Muhammadiyah

Dr. Sudirman, S. Pd., M. Si. Dosen|Peneliti|Penulis| penggiat media sosial| HARTA|TAHTA|BUKU|

One thought on “CERPEN : Surat buat Sahabatku”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.