Hari ini senang rasanya karena bisa lagi bercengkerama dengan sahabat-sahabat satu rasa, satu hatiku. Banyak topik diskusi yang menarik bermunculan. Semuanya bermakna….asyik…aku bisa lagi tertawa selepas-lepasnya setelah kemarin tertahan di sekolah sampai sore. Tugas-tugas Calon Guru Penggerak sudah menguras habis energiku. Tapi semua itu adalah tantangan dalam menjalani tugas sebagai seorang pendidik.
Ada hal yang paling menarik dalam diskusi hari ini. Tantangan dari Bang Ruslan Ismail Mage, seorang inspirator kenamaan, motivator handal, yang setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya seakan-akan seperti magnet yang membuat semua orang berpacu untuk melakukan yang terbaik, kepada salah seorang anggota forum untuk menarasikan simbol ” Humanity University “. Tantangan itu sebenarnya bukan untuk aku. Tapi kok…aku sangat tertarik untuk menjawab tantangan itu dengan kapasitas saya sebagai seorang pendidik. Dan aku tahu makna dari simbol itu begitu dalam dan begitu menyentuh hati nurani aku sebagai seorang guru yang merupakan agen dari transformasi pendidikan Indonesia. Guru yang di tangannya nasib anak-anak bangsa dipertaruhkan.Guru yang dituntut yang tidak hanya mengajar sesuai dengan tugasnya, tetapi juga menuntun, membimbing, dan mengarahkan anak didiknya seusai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya. Menjadikan mereka anak-anak yang selalu berpikir kritis, mandiri, kreatif, dan berkarakter kuat.
Menerjemahkan “humanity university” , sebagai universitas kehidupan bahwa aku sebagai seorang pendidik, jangan hanya menghabiskan waktu hanya mengajar di dalam kelas saja, karena ada ribuan tangan yang melambai di universitas kehidupan. Begitu dalam maknanya. Aku yang selama ini hanya fokus mengajar, mentransfer ilmu dan pengetahuan di dalam ruang kelas formal, tanpa menyadari bahwa masih banyak di luar sana yang menuntut untuk mendapatkan hak yang sama, keadilan untuk kehidupan mereka. Tangan- tangan itu memanggilku untuk memberi bekal hidup, pengetahuan dan menjadikan mereka sebagai pemenang dalam kehidupan ini. Hidup yang tidak mudah dan hanya pengetahuanlah yang akan mempermudahnya. Pembelajaran yang akan membuat mereka tetap sabar, kuat, tangguh mengarungi universitas kehidupan yang maha luas.
Di universitas kehidupan, aku akan akan mengajarkan mereka kesungguhan, kemurahan hati, ketangguhan, ketulusan, keiikhlasan, dan cara untuk menjadi seorang pemaaf. Kesungguhan yang akan membuat mereka mengerti bahwa setiap usaha yang mereka lakukan dengan penuh kesungguhan pasti hasilnya tidak akan mengecewakan. Karena usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Kemurahan hati yang akan membuat mereka dengan penuh ketulusan dan keikhlasan menerima dan menghadirkan empati kepada sesamanya. Ketangguhan diri dalam menghadapi semua permasalahan dalam kehidupan yang kadang tidak sesuai dengan harapan.
Universitas kehidupan mengandung makna yang sangat luas, seluas dunia ini dengan segala isinya. Dimana setiap orang akan belajar dan mendapatkan pembelajaran sepanjang hayatnya. Kehidupan mengajarkan banyak hal yang akan membuat kita menjadi seorang pemenang.
Dahlan Iskan menuliskan begitu banyak hal yang sangat berharga di universitas kehidupan. Namun satu hal yang pasti bahwa Tuhanlah yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena hanya Tuhan yang tahu, apa yang tepat dan terbaik untuk diri kita.
Watansoppeng, 2 Juni 2021
