” Aku merindu, ku yakin kau tau
Tanpa batas waktu, ku terpaku
Aku meminta walau tanpa kata
Cinta berupaya
Engkau jauh di mata tapi dekat di doa
Aku merindukanmu”.
Itulah penggalan lagu “tanpa batas waktu“, songtrack sinetron fenomenal ” Ikatan Cinta” atau keren dengan sebutan IC. Apabila kita mengulik lebih dalam lagi mengapa sinetron ini jadi booming dan selalu menempati rating tertinggi bukan cuma di negeri kita tercinta ini, tapi sampai ke negara tetangga kita, pasti emak-emak sudah yakin jawabannya benar. Ceritanya yang memacu adrenalin romantisme, romansa keluarga, intrik, semuanya seperti irama yang mendayu-dayu di gendang telinga penontonnya yang kebanyakan emak-emak. Bapak-bapak minggir dulu deh….
Kala sang emak udah duduk cantik depan tivi, nunggu Mas Al dan Mbak Andien muncul, jangan pernah usik keasyikan mereka. Pasti kamu akan dapat semprotan yang maha dahsyat. Teriakan histeris, amarah , sumpah serapah akan membahana kala Elsa sang tokoh antagonis akan menjahati lagi sang idolanya. Air mata menetes, membasahi pipi, perasaan haru biru bercampur baur jadi satu ketika sang tokoh idola lagi bersedih menghadapi persoalan keluarga,rasa cinta yang enggan terungkap, meskipun akhirnya meledak juga . Energi romantisme juga larut, terkenang romansa ketika masih muda dengan bapaknya anak-anak atau pun dengan sang mantan terindah. Teringat kisah-kisah seperti yang dialami sang idola.
Bukan cuma nonton sepak bola yang ngadain nobar kala sang club kesayangan lagi bertanding, emak-emak pemirsa setia sinetron Ikatan Cinta ini pun, juga nobar dengan tetangga mereka. Muncul sang tokoh antagonis menggangu, mereka marah,eh…televisi pun jadi sasaran empuknya. Untung-untung kalau televisinya tahan banting. Bagaimana kalau pecah, siapa yang rugi ? ha..ha..ha…Pasti emak sendirilah karena tidak bisa nyaksiin lagi sang idola main di waktu-waktu selanjutnya. Makanya, emakku, sadar-sadar juga kalau nonton.
Tak bisa mengelak dari fakta, Penulis juga loh….penonton setia sinetron ini. Kan …aku juga udah emak-emak….suka nangis Bombay kalau nonton. Kisah romantis juga membuat aku sering larut. Merindu tanpa batas waktu,.menitipkan doa-doa untuk orang yang jauh namun selalu dekat di hati. Tapi tidak mau ingat sang mantan terindah….jahat….aku ditinggalin…ha..ha..ha..(bercanda).
Sesuatu yang fenomenal dan menarik, membuat kita selalu penasaran menantikan kisah selanjutnya. Tapi karena penonton itu selalu merasa cerdas dari sang pengatur lakon, mereka seperti seorang sutradara yang seakan-akan ingin mengatur alur ceritanya, sesuai dengan keinginan mereka.Dan, seperti dalam permainan sepak bola, prediksi-prediksi tentang siapa, apa dan bagaimana selanjutnya drama-drama yang akan terjadi, juga selalu menjadi perbincangan hangat yang tidak akan putus-putus. Selalu jadi bagian yang sambung menyambung. Ketemu emak yang hobbinya sama, hmmm….pasti itu lagi yang menjadi trending topik. Dibahas sampai ke akar-akarnya seakan-akan itu adalah sebuah realita yang terjadi di tengah-tengah mereka. Di tempat kerja, menjadi juga topik pembahasan dan diskusi yang seru tidak ada yang mau mengalah. Semua bersuara melebihi suara dan pandangan para pengamat politik,pengamat sepak bola dan pengamat ekonomi.
Tapi, penulis juga salut loh…sama bapak-bapak. Mereka mengerti betul dan paham serta memberikan dukungan yang luar biasa kepada sang istri tercinta. Mereka menganggap itu adalah therapy emosional yang paling mujarab. Mereka mengerti bahwa itu juga adalah cara terbaik menghilangkan rasa penat , kebosanan setelah seharian mengurus rumah tangga, anak-anak yang kadang tidak mau diatur, ekonomi rumah tangga yang kadang masih belum bisa terpenuhi dengan baik dan masalah-masalah lainnya yang ada dalam kehidupan keluarga.
Penulis mengagumi sosok emak-emak yang selalu menjadi pahlawan di keluarganya. Mereka harus diberi waktu dan ruang untuk menyalurkan semua beban, rasa, agar mereka tetap kuat dan tangguh sehingga selalu menjadi sosok kebanggaan keluarga.
Salam Bahagia…..
Watansoppeng, 3 Juni 2021
