Tidak bisa dipungkiri bahwa perpustakaan memiliki peran sentral dalam upaya membangun peradaban bangsa di era modern ini. Perpustakaan merupakan wadah atau tempat untuk belajar, mencari informasi dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Peradaban suatu bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan bangsa itu mengolah, mengembangkan serta memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemajuan bangsa itu sendiri.
Dewasa ini,perpustakaan yang dulunya hampir terlupakan peran serta fungsinya, mulai mengeliat lagi dengan semakin sadarnya masyarakat kita dalam mengembangkan budaya literasi. Perpustakaan sebagai tempat menyimpan berbagai macam buku-buku serta karya-karya seni lainnya adalah wadah yang paling tepat dalam membangun serta menggelorakan budaya literasi bangsa. Budaya literasi atau budaya membaca khusus anak-anak dan orang dewasa di Indonesia masih sangat rendah.
Rendahnya literasi merupakan masalah mendasar yang memiliki dampak sangat luas bagi kemampuan bangsa. Literasi rendah berkontribusi terhadap rendahnya produktifitas bangsa. Juga berkontribusi secara signifikan terhadap kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan. Ada beberapa cara membangun budaya literasi di era gawai seperti sekarang ini, yaitu melalui cara :
- Tumbuhkan kesadaran pentingnya membaca
2. Budayakan membaca di sekolah
3. Optimalkan peran perpustakaan
4. Biasakan hadiah berupa buku
5. Membentuk komunitas baca
6. Biasakan menulis buku harian
Salah satu poin di atas adalah optimalkan peran perpustakaan. Di dunia pendidikan khususnya,perpustakaan sekolah dan kampus adalah wadah yang harus dioptimalkan peran/fungsinya, karena dari sinilah tercetak generasi-generasi unggul yang kualitasnya tidak diragukan lagi dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam hal ini sekolah dan kampus memegang peran sangat penting dalam menumbuhkan budaya literasi. Oleh sebab itu sarana dan prasarana sekolah serta dorongan guru untuk memberi teladan dalam budaya literasi perlu ditingkatkan. Perpustakaan harus dikelola dengan baik sehingga perpustakaan itu menjadi menarik untuk dikunjungi. Koleksi buku-buku di perpustakaan serta jenisnya harus diperbanyak begitu pula dengan penataannya supaya lebih menarik sehingga anak-anak tertarik untuk mengunjunginya. Sekolah memantau pendayagunaan perpustakaan sekolah serta memberikan pelatihan dan bimbingan kepada para pustakawan agar lebih profesional sehingga dapat memberikan pelayanan prima kepada warga sekolah. Salah satu cara juga untuk mengembangkan budaya literasi anak bangsa adalah perpustakaan mengadakan berbagai ajang lomba,seperti lomba menulis atau mengarang tentang perpustakaan, lomba pidato bertemakan literasi atau pun tema lainnya yang dapat mendorong minat baca siswa serta memberikan apresiasi kepada anak yang sering mengunjungi perpustakaan.
Literasi tidak dapat dipisahkan dari dunia pendiidikan. Literasi menjadi sarana peserta didik dalam mengenal, memakai, dan menerapkan ilmu yang didapat dari sekolah. Membaca merupakan salah satu kegiatan dalam berliterasi. Membaca merupakan keterampilan berbahasa yang sangat penting dan juga faktor yang penting pula dalam proses pembelajaran. Melalui membaca peserta didik memperoleh informasi yang maksimal.Perpustakaan, dalam hal ini perpustakaan sekolah dalam upayanya untuk mengembangkan minat baca peserta didik bekerjasama dengan perpustakaan daerah menyediakan mobil pintar yang berkunjung ke sekolah-sekolah pada hari-hari tertentu. Gerakan literasi ini menarik untuk para peserta didik karena koleksi buku yang tersedia di mobil pintar itu banyak dan bervariasi sehingga mereka dapat memilih sesuai dengan minat masing-masing. Kegiatan yang lain yang bisa dilakukan juga oleh sekolah bekerjasama dengan perpustakaan sekolah dan perpustakaan daerah untuk membudayakan literasi selain lomba mengarang dan menulis adalah kegiatan pengelolaan majalah dinding, buletin dan jurnal. Budaya literasi juga dapat dilakukan melalui lomba antar kelas yang mengarah pada kegemaran membaca dan menulis. Semua upaya tersebut merupakan langkah tepat yang dilakukan perpustakaan dan sekolah sebagai wadah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta upaya untuk menggelorakan budaya literasi dikalangan anak bangsa khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Dimasa sekarang ini, perpustakaan diharapkan lebih memperkuat eksistensinya sebagai simbol peradaban dan pusat budaya bangsa. Kalau dulunya perpustakaan yang dikunjungi, sekarang perpustakaan harus selalu berinisiatif menjemput bola, menyediakan pelayanan yang prima, menjadi penggiat literasi yang utama dengan koleksi buku-buku, karya-karya seni dan dokumen-dokumen rahasia lainnya harus tersedia dalam jumlah banyak. Perpustakaan nasional memiliki tugas dan fungsi untuk menghimpun dan melestarikan khazanah intelektual bangsa berupa berbagai karya cetak dan karya rekam sesuai dengan amanat Undang-Undang
Jayalah terus perpustakaan Indonesia. Tetaplah menjadi yang terdepan dalam menggelorakan budaya literasi bangsa sehingga kita menjadi bangsa yang beradab dan berilmu pengetahuan, menguasai teknologi dan peradaban.
( Dikutip dari berbagai sumber )
Watansoppeng, 13 Juni 2021
