Tadinya aku ingin mengambil daun bambu di belakang rumah Simbula sebagai campuran media tanam untuk bunga aglonemaku, tiba-tiba aku teringat materi dari Ketua Spirit Muda Community ibu Nurliah S.Pd tentang folosofi daun bambu bertumbuh dan berkembang. Pohon dengan batang yang panjang dan memiliki daun seperti rumput ini menyimpan filosofi yang mungkin belum diketahui banyak orang.

Pertumbuhan bambu bisa dibilang termasuk lambat, memerlukan waktu sekitar satu hingga tiga tahun. Bukannya tidak mengalami pertumbuhan, hanya saja kita tidak melihat pertumbuhan pohon bambu dengan kasat mata.

Fokus pertumbuhan pohon bambu ada pada akarnya, bukan pada batang. Pohon bambu sedang menyiapkan pondasi yang kuat agar ia bisa menopang ketinggiannya yang bisa mencapai puluhan meter.

Proses kehidupan pohon bambu ini mengandung arti filosofi untuk manusia, yakni betapa pentingnya fondasi yang kuat dalam membangun hidup dan kehidupan. Pondasi yang kuat sangat dibutuhkan, agar bisa berdiri kokoh jika sewaktu-waktu ada badai dalam menjalani kehidupan.

Menurut klasifikasinya, pohon bambu termasuk tanaman jenis rumput-rumputan. Meskipun memiliki latar belakang tanaman rumput, akan tetapi bambu mempunyai karakter. Kegunaan dan cara bambu dalam ‘mengekspresikan’ diri, menjadikannya tanaman rumput yang berbeda. Peaannya, dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya latar belakang bukanlah penentu, melainkan bagaimana upaya kita untuk mengekspresikan potensi diri tanpa peduli dengan latar belakang kita.

Pohon bambu juga mengajarkan kita tentang fleksibilitas. Dalam tiupan angin yang sangat kencang, tidak jarang kita melihat banyak pohon besar tumbang. Akan tetapi jarang sekali kita melihat pohon bambu roboh karena tiupan angin. Selain memiliki akar yang kuat, bambu mempunyai batang yang mampu ‘bergoyang’ bersama angin. Oleh karena itu, dalam cuaca buruk badai angin sekalipun, batang pohon bambu bisa ‘bergoyang’ mengikuti arah angin.

Inilah yang dimaksud fleksibelitas. Pesan pentingnya dalam menjalani kehidupaan adalah, kita harus bersifat dinamis dan elastis dalam pergaulan. Membuang jauh-jauh kesombongan, mengubur dalam-dalam ke angkuhan

Jika kita seringkali mengalami kegagalan dan merasa jauh dari kata sukses, bukan berarti diri kita tidak berkembang. Justru kita sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa dalam diri. Terkadang kita tidak sadar kalau kegagalan itu ada cara Tuhan menumbuhkan kematangan jiwa, dan memantangkan mental untuk kembali berproses muncul ke permukaan dengan segala fleksibelitas kita.

Pesan berikutnya adalah, dengan kegagalan yang dialami, sesungguhnya mental kita sedang ditempa dan dipersiapkan menuju kesuksesan. Tidak ada jalan pintas untuk meraih kesuksesan. Sukses membutuhkan pondasi yang kuat dan tahan banting. Dalam perspektif hukum prosles sebagaimana dijelaskan buku “21 Hukum Kesuksesan Sejati” bahwa, “Tidak ada lesuksesan dalam sehari dan kemenangan dalam semalam.”

Dari filosofi pohon bambu ini, kita dapat belajar bahwa meskipun berlatar belakang tanaman rumput, bambu bisa beda karena memiliki karakter yang kuat, tegar, ulet dan lentur. Jadi mari kita maknai filosofi pertumbuhan pohon mambu ini, agar kita tetap tegak dalam menghadapi badai dan persoalan hidup.

(Visited 168 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Rosmawati

Saya Rosmawati — bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, mengajar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, dan aktif di komunitas Bengkel Narasi serta Pena Anak Indonesia (PAI). Tiga peran itu berjalan bersamaan, dan saya menjalaninya dengan sadar. Di perpustakaan, saya dekat dengan buku dan dengan orang-orang yang datang mencari sesuatu — entah itu pengetahuan, ketenangan, atau sekadar tempat duduk yang tenang. Di ruang kuliah, saya belajar lagi setiap kali mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tak pernah saya duga. Di komunitas, saya menemukan alasan yang paling sederhana mengapa literasi itu penting: karena ada anak-anak yang ingin bercerita, tapi belum punya kata-katanya. Saya menulis di Bengkel Narasi. Kadang soal hal-hal besar, kadang soal yang kecil saja — tapi selalu dari apa yang sungguh saya lihat dan rasakan. Kalau Anda ingin mengobrol soal literasi, pendidikan, atau dunia menulis — mari. 📍 Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ✍️ bengkelnarasi.com 📚 Perpustakaan Daerah Kab. Kolaka Utara 🎓 Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.