Dalam rangka memeriahkan Hari Nasional UMKM pada tanggal 12 Agustus 2021, Asosiasi BDS Indonesia (ABDSI) Koordinator Wilayah Jawa Barat menyelenggarakan “Business Plan Competition 2021”. Pembukaan lomba dan technical meeting dilaksanakan secara daring pada hari Sabtu (17/07) dan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.

Dalam sambutannya, Uu memaparkan bahwa perkembangan ekonomi sangat terbuka dengan lahirnya ekonomi kreatif dan sektor-sektor ekonomi lain yang sebelumnya tidak terpikirkan atau belum ada. Artinya, banyak sekali peluang untuk mencari rejeki atau nafkah.

Bukan hanya menjadi pegawai atau buruh pabrik, Uu menjelaskan bahwa kita punya kesempatan untuk berbisnis. Hal inilah yang selalu didorong oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di antaranya melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil, sehingga masyarakat Jawa Barat memiliki kemandirian ekonomi dan mampu membuka peluang-peluang ekonomi lainnya.

Melalui kegiatan Business Plan Competition 2021 yang diselenggarakan oleh ABDSI Jawa Barat ini kami merasa terbantu, terutama dalam membangkitkan ekonomi populis, ekonomi yang ada di perdesaan, ekonomi yang ada di rumah-rumah. Faktanya, ekonomi inilah yang terbukti tangguh.

H. Uu Ruzhanul Ulum, S.E., Wakil Gubernur Jawa Barat

Pada kesempatan ini, Uu memberikan penekanan pada pentingnya mengubah paradigma berpikir masyarakat, terutama di kalangan generasi muda, bahwa sekolah dan kuliah bukan hanya untuk mencapai ijazah dan mencari kerja, melainkan sebagai bekal untuk berwirausaha.

“Untuk itu, diperlukan dukungan orang tua, estafet keilmuan dari para pengusaha yang sudah sukses, dan dibukakan peluang oleh semua pihak. Mengapa? Karena prinsipnya manusia akan berubah karena pandangan, pendengaran, dan ilmu yang didapat,” tambah Uu.

Sedikit menengok ke belakang ketika Rasulullah saw berhijrah ke Madinah, yang didorong menjadi pengusaha adalah para generasi muda muhajirin sehingga ekonomi di Madinah berkembang begitu cepat.

“Kita tahu bahwa anak muda adalah orang-orang yang mudah berubah, paling mudah untuk bangkit. Indonesia menjalani era perubahan karena adanya gerakan anak muda. Mengapa tidak anak muda sekarang bergerak di bidang usaha mikro dan kecil, juga ekonomi kreatif?” Demikian pemungkas sambutan sebelum Uu membuka secara resmi Business Plan Competition ABDSI Jawa Barat 2021.

Tahapan kompetisi

Selanjutnya, dalam sesi technical meeting, Eko Pramana Putra selaku ketua panitia memandu sekitar 280 pendaftar untuk menyiapkan dokumen business plan-nya dalam kurun waktu tujuh hari ke depan (18-25 Juli). Kategori lomba yang dibuka adalah kuliner, kerajinan (craft), konveksi, dan jasa. Selanjutnya, akan dilakukan seleksi business plan (26-31 Juli) berbasis kabupaten/kota.

Para finalis akan diumumkan pada tanggal 1 Agustus. Mereka yang terpilih ini akan menjalani masa karantina (02-10 Agustus), melakukan presentasi (11 Agustus), dan juara akan diumumkan pada tanggal 12 Agustus bertepatan dengan Hari Nasional UMKM.

“Banyak sekali manfaat yang bisa didapat oleh peserta lomba. Selain disediakan hadiah senilai total tiga puluh juta rupiah, tropi dari Wakil Gubernur Jawa Barat, dan sertifikat, peserta pun mendapat kesempatan untuk mengikuti pendampingan usaha dan business matching,” jelas Siti Nur Maftuhah atau yang biasa dipanggil Ceu Meta, Koordinator Wilayah ABDSI Jawa Barat. []

(Visited 264 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Abah Iyan

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

2 thoughts on “Business Plan Competition ABDSI Jabar 2021, Mengembalikan Semangat Kewirausahaan”
  1. Alhamdulillah bisa mengenal ABDSI, mohon bimbingan dan dukungannya, semoga menjadi langkah awal kesuksesan dala usaha Saya ..Aamiin.

  2. Usaha sya akibat covid19 anjlok karena tempat pariwisata dtutup tempat oleh” yg dsinggahi bis reguler,pun smua tutup mdh”n dgn ada,ny ABDSI ini produksi dn penjualan prodac kami bisa stabil lagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.