Alhamdulillah hari ini Jumat 23/7-2021 kamu terlahir 22 tahun lalu. Tentu hari dan tanggal ini selalu ibu ingat disepanjang hidupku nak. Kehadiranmu menjadikan hidup ini lebih bermakna, dan indah. Semoga kamu jadi anak yg selalu “lao fatuju” (tdk lao salah). Inilah petuah nenekmu waktu ibu masih kecil yang selalu terngiang-ngiang ditelingaku. Kurang lebih artinya, “Semoga engkau selalu menjadi anak yang melakukan kebaikan/kebenaran). Aminn.

Kita tidak bisa meminta dilahirkan dari rahim siapa, tapi kita bisa merubah apapun yg tidak baik dalam diri kita. Ibu tidak pernah meminta pamrih darimu, karena ibu sadar kebahagiaan dunia tidak akan membahagiakan selamanya, cukuplah menjadi putri yang selalu ibu cintai dan mendoakan ibu.

Kalaupun ibu harus meminta, maka banya dua permintaan ibu. Pertma, ketika engkau mendengarkan suara adzan dari masjid, tolong hentikan segala aktivitasmu untuk bersujud ke Tuhanmu. Karena hanya itulah yang bisa membuat ibu dan ayahmu tersenyum di akherat kelak. Kedua, cukuplah engkau tutup auratmu, dan menjadikan Al-qur’an sebagai teman hidupmu.

Duhai putriku, cukup wasilah untukku dan ayahmu meraih surga Allah Awt, tidak perlulah kaya terlalu berlebih di dunia, cukup mudahkan kami menuju syurga-Nya. Cukuplah ketaqwaanmu pada Rabbmu, maka ibu akan selalu bangga memilikimu

Mudahkanlah kami menuju syurga dengan akhlaqmu, jangan seret ayah dan ibumu ke neraka. Sungguh, Ibu dan ayah lebih bangga bila melihatmu tumbuh menjadi wanita sholihah. Ingatlah anakku, dunia dan rezeki yang lainnya semata-mata bonus dari Allah Swt saja. Selamat bertambah usia anakku semoga sehat selalu dan sukses dunia akhirat, amiin.

(Visited 202 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Rosmawati

Saya Rosmawati — bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, mengajar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, dan aktif di komunitas Bengkel Narasi serta Pena Anak Indonesia (PAI). Tiga peran itu berjalan bersamaan, dan saya menjalaninya dengan sadar. Di perpustakaan, saya dekat dengan buku dan dengan orang-orang yang datang mencari sesuatu — entah itu pengetahuan, ketenangan, atau sekadar tempat duduk yang tenang. Di ruang kuliah, saya belajar lagi setiap kali mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tak pernah saya duga. Di komunitas, saya menemukan alasan yang paling sederhana mengapa literasi itu penting: karena ada anak-anak yang ingin bercerita, tapi belum punya kata-katanya. Saya menulis di Bengkel Narasi. Kadang soal hal-hal besar, kadang soal yang kecil saja — tapi selalu dari apa yang sungguh saya lihat dan rasakan. Kalau Anda ingin mengobrol soal literasi, pendidikan, atau dunia menulis — mari. 📍 Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ✍️ bengkelnarasi.com 📚 Perpustakaan Daerah Kab. Kolaka Utara 🎓 Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.