Oleh : Besse Rismawati
Pagi cerah di Bumi Patampanua Kolaka Utara Minggu 8 Agustus 2021, seakan mengetahui suasana batin kami yang mengangendakan perjalanan wisata lokal. Kami janjian bersama, kumpul bersama, lalu melangkah bersama penuh canda menelusuri jalan dibawah fajar pagi yang bersahabat.
Inilah mungkin yang dimaksud kalimat bijak Henry Ford yang mengatakan, “Kebersamaan adalah permulaan, menjaga bersama adalah kemajuan, dan bekerja bersama adalah keberhasilan.” Betapa kami damai dalam kebersamaan, betapa kami semangat menjaga kebersamaan, dan betapa kami yakin harapan-harapan indah kami bisa terwujud dengan bekerja bersama.
Dalam semangat kebersamaan kami bergembira bersama menikmati perjalanan motor dan mobil beriringan yang membawa kami terus melaju menuju objek wisata Pantai Berova yang banyak dikunjungi warga lokal Kolaka Utara setiap hari libur.
Setibanya di lokasi, betapa damai jiwa kami disapa semilirnya angin pantai yang bertiup lembut seakan berbisik, “Selamat datang bunda-bunda PAUD di tempat yang penuh kedamaian ini”. Kaki pun tak tertahan lagi melangkah menghampiri air pantai yang berkejaran ke tepian.
Menginjak pasir putih yang terusik riak gelombang kecil, seperti ada energi mengalir dari kaki naik ke otak yang menghasilkan gelombang suara lembut mengingatkan, “Sudahkah berterima kasih kepada kakimu yang setiap saat mengantarkanmu kemanapun engkau pergi? Sudahkah berterimakasih kepada tangan, mata, telinga, hidung, yang selama ini mengikuti kemauanmu?”
Sementara pertanyaan batin itu menari-menari menggoda kesadaranku, seketika mataku tertuju pada sebuah buku yang dibawa oleh Bunda Rosmawati. Menurutnya buku “Ayat-Ayat Api” ini selalu menemaninya kemana pun ia pergi. Buku itu memiliki energi dahsyat yang menariku, hingga memberanikan diri meminjamnya.
Waktu pun berlalu, berbagai keseruan bersama teman teman sudah selesai. Kami damai bersama, bahagia bersama, mengekspresikan rasa masing-masing penuh canda ria melepaskan penat di dada. Hingga tiba saatnya untuk pulang ke rumah masing-masing.
Setiba di rumah, sambil istirahat dengan rasa penasaran kubuka dan kubaca buku “Ayat-Ayat Api” karya spektakuler sang inspirator bapak Ruslan Ismail Mage. Ternyata didalamnya kutemukan jawaban sebagaimana bisikan angin pantai tadi. Dalam buku itu sudah dijelaskan bahwa, “Sesungguhnya setiap hamba semestinya harus berterimakasih kepada anggota tubuhnya dengan cara selalu membasuhnya dengan air wudhu”. Luar biasa, ayat dan hadits sebagai rujukannya jelas.
Seketika aku beranjak dari pembaringan, kusimpan buku itu baik-baik karena didalamnya penuh dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW. Saya langsung bergegas menuju tempat berwudhu karena waktu sholat Azhar sudah tiba. Sungguh dahsyat buku “Ayat-Ayat Api” yang telah membakar jiwaku menjadi pribadi yang lebih baik dengan merendahkan serendah-rendahnya hati.

Masyaa Allah…diriku juga terbakar dg ulasan diatas…buku ayat2 api belum tuntas kubaca itupun sdh membakar jiwa menjadi manusia yg lebih baik… Syukran untuk sang penulis ” bapak Ruslan Ismail Mage”
Tulisannya sangat menginspirasi setiap pembacax