#penguasaancinta #themasteryoflove
Dalam setiap hubungan, ada dua bagian dari hubungan itu. Satu bagian adalah Anda, dan setengah bagian lainnya adalah putra Anda, putri Anda, ayah Anda, ibu Anda, teman-teman Anda, atau pasangan Anda. Pada bagian itu, Anda hanya bertanggung jawab untuk setengah bagian Anda; Anda tidak bertanggung jawab atas setengah bagian lainnya. Tidak peduli seberapa dekatnya diri Anda, atau seberapa kuatnya Anda pikir Anda mencintainya, tidak ada cara bagi Anda untuk dapat bertanggung jawab atas apa yang ada di dalam kepala orang lain.
Anda tidak akan pernah tahu apa yang orang itu rasakan, apa yang orang lain percayai, semua pendapat/asumsi yang dia buat. Anda tidak tahu apa pun tentang orang itu. Ini adalah kebenaran, tapi apa yang telah kita lakukan? Kita mencoba untuk bertanggung jawab atas setengah bagian orang lain, dan itulah sebabnya hubungan menjadi “neraka” berdasarkan atas ketakutan, drama, dan perang kontrol.
Jika kita berada di dalam perang kendali, itu karena kita tidak memiliki rasa penghormatan. Kebenarannya adalah kita tidak mencintainya. Ini adalah keegoisan, bukanlah cinta; hanya diperlukan sedikit dosis yang membuat kita merasa baik. Ketika tidak ada penghormatan di sana, ada perang kendali karena setiap orang merasa bertanggung jawab atas setengah bagian dari hubungan tersebut.
Saya harus mengontrol Anda karena saya tidak menghormati Anda. Saya harus bertanggung jawab untuk Anda karena apa pun yang terjadi pada Anda akan menyakiti saya, dan saya ingin menghindari rasa sakit itu. Lalu, ketika saya melihat Anda tidak bertanggung jawab, saya akan memperingatkan Anda sepanjang waktu untuk membuat Anda bertanggung jawab, tetapi “bertanggung jawab” dari sudut pandang pribadi saya. Ini tidak berarti bahwa saya benar.
Inilah yang terjadi ketika kita datang dari jalur ketakutan. Karena tidak ada rasa hormat, saya bertindak seolah-olah Anda tidak cukup baik atau cukup cerdas untuk melihat apa yang baik atau tidak baik untuk Anda. Saya membuat asumsi bahwa Anda tidak cukup kuat untuk masuk ke situasi tertentu dan mengurus diri sendiri. Saya harus mengambil kendali dan berkata, “Ayo, saya melakukannya untuk Anda,” atau “Jangan lakukan itu.” Saya mencoba untuk menekan setengah bagian hubungan Anda dan mengambil kendali dari semuanya. Jika saya mengambil alih seluruh bagian hubungan kita, di mana bagian Anda? Tidak ada.
Dengan setengah bagian lainnya, kita bisa berbagi, kita bisa menikmati, kita bisa membuat mimpi yang paling indah bersama-sama. Tapi setengah bagian lainnya selalu memiliki mimpi sendiri, kemauan sendiri, dan kita tidak pernah dapat mengontrolnya, tidak peduli seberapa keras kita mencoba. Kemudian, kita punya pilihan: kita dapat menciptakan konflik dan perang kontrol, atau kita bisa menjadi teman bermain dan pemain tim. Teman bermain dan pemain tim bermain bersama, tetapi tidak melawan satu sama lain.
Jika Anda bermain tenis, Anda memiliki pasangan, Anda adalah sebuah tim, dan Anda tidak pernah bertentangan satu sama lain. Tidak pernah. Bahkan jika Anda berdua bermain tenis berbeda, Anda memiliki tujuan yang sama: untuk bersenang-senang bersama, bermain bersama, menjadi teman bermain.
Jika Anda memiliki pasangan yang ingin mengontrol permainan Anda dan dia berkata, “Tidak, tidak bermain seperti itu. Bermain seperti ini. Jangan, yang Anda lakukan itu salah.” Anda tidak akan memiliki kesenangan. Akhirnya, Anda tidak akan ingin bermain dengan pasangan itu lagi. Bukannya tim, pasangan Anda ingin mengontrol bagaimana Anda bermain.
Tanpa konsep sebuah tim, Anda akan selalu memiliki konflik. Jika Anda melihat kemitraan, hubungan romantis Anda, sebagai sebuah tim, semuanya akan mulai membaik. Dalam hubungan, seperti dalam permainan, ini bukan tentang menang atau kalah. Anda bermain karena Anda ingin bersenang-senang.
Di jalur cinta, Anda memberi lebih daripada meminta. Dan tentu saja, Anda mencintai diri sendiri sehingga tidak mengizinkan orang-orang egois untuk mengambil keuntungan dari Anda. Anda tidak akan membalas dendam, tetapi Anda jelas dalam komunikasi. Anda dapat mengatakan, “Saya tidak suka ketika Anda mencoba mengambil keuntungan dariku, ketika Anda tidak menghormatiku, ketika Anda tidak baik terhadapku. Saya tidak butuh seseorang melecehkanku secara kata-kata, emosional, atau secara fisik. Saya tidak ingin mendengar Anda mengutuk setiap saat. Ini tidak berarti saya lebih baik dari Anda, sebab saya cinta keindahan. Saya suka tertawa. Saya suka bersenang-senang. Saya suka saling mencintai. Ini tidak berarti saya egois, hanya saya tidak butuh korban di dekat saya. Tidak berarti saya tidak mencintai Anda, tetapi saya tidak bisa bertanggung jawab atas semua mimpi Anda. Jika Anda menjalin hubungan dengan saya, tidak boleh jadi benalu. Saya tidak akan bereaksi terhadap sampah emosi Anda sama sekali.” Ini bukan rasa egois. Ini mencintai diri sendiri. Keegoisan, kontrol, dan ketakutan akan menghancurkan hampir segala hubungan. kemurahan hati, kebebasan, dan cinta akan membuat hubungan yang paling indah: kelangsungan hubungan yang romantis.
Untuk menguasai suatu hubungan adalah mengenai diri Anda. Langkah pertama adalah kesadaran, mengetahui bahwa setiap orang mempunyai mimpi atas mimpinya sendiri. Setelah Anda mengetahui ini, Anda dapat bertanggung jawab atas setengah bagian hubungan Anda, yaitu diri Anda. Jika Anda tahu bahwa Anda hanya bertanggung jawab untuk setengah bagian dari suatu hubungan, Anda dapat dengan mudah mengontrol setengah bagian diri Anda. Hal ini terserah kita untuk mengontrol setengah lainnya. Jika kita menghormatinya, kita tahu bahwa pasangan kita, atau teman, atau anak, atau orang tua, benar-benar bertanggung jawab untuk setengah bagiannya sendiri. Jika kita menghormati setengah bagian lainnya, selalu akan menjadi perdamaian dalam hubungan itu. Tidak ada perang.
Selanjutnya, jika Anda tahu apa itu cinta dan apa itu ketakutan, Anda menyadari cara Anda mengomunikasikan impian Anda kepada orang lain. Kualitas komunikasi Anda bergantung pada pilihan yang Anda buat dalam setiap saat, apakah Anda menyetel tubuh emosional Anda untuk cinta atau ketakutan. Jika Anda mendapatkan diri Anda di jalur ketakutan, hanya dengan memiliki kesadaran itu, Anda dapat mengalihkan perhatian Anda ke jalur cinta. Hanya dengan melihat di mana Anda berada. hanya dengan mengubah perhatian Anda, segala sesuatu di sekitar Anda akan berubah.
Akhirnya, jika Anda menyadari bahwa tak ada seorang pun yang mampu membuatmu bahagia, dan kebahagiaan itu hasil dari rasa cinta yang Anda keluarkan dari dalam hati Anda, ini menjadi penguasaan terbesar, yaitu penguasaan cinta.
Don Miguel Ruiz, “The Mastery of Love”
Kita bisa membicarakan cinta dan menuliskan banyak buku tentang cinta. Namun, cinta akan jelas berbeda untuk setiap diri kita sebab kita telah mengalami rasa cinta. Cinta bukanlah tentang konsep. Cinta merupakan tindakan. Cinta dalam tindakan hanya dapat menghasilkan kebahagiaan. Ketakutan dalam tindakan hanya akan menghasilkan penderitaan.
Satu-satunya cara untuk menguasai cinta adalah mempraktikkan cinta itu sendiri. Anda tidak perlu pembenaran atas cinta. Anda tidak perlu menjelaskan bagaimana cinta Anda. Anda hanya perlu mempraktikkan cinta Anda. Mempraktikkannya akan menciptakan keahlian/penguasaan. []

Cinta bukanlah tentang sebuah konsep, tapi tentang sebuah tindakan.