Belajar sejarah adalah jalan menuju kebijaksanaan, jalan para pemikir

Unknow 2021

Bedah Film : Penumpasan Pengkhianatan |G.30S/PKI


A. PENGANTAR
Terlepas dari pro kontra tentang film ini, tentu ada sisi celah yang butuh dikaji dan dianalisis, namun peristiwa sejarah  G30S/PKI tidak mudah mudah diuraikan secara common sense.

Sampai detik ini  56 [2021] 57 tahun (2022) tahun lalu peristiwa berdarah itu sudah tersaji dalam film semi dokumenter, buku, jurnal, artikel, dan literatur ilmiah lainnya,  hanya jadi spekulasi yang disusun berdasarkan kepentingan yang berkuasa,  sehingga menimbulkan kontraversi satu sama lainnya.

Tugas kita sebagai akademisi berdiri tegak menelusuri secara keilmuan seobyektif mungkin. Dengan data data yang valid dan akurat.

B. FILM PENUMPASAN PENGKHIANATAN G.30.S/PKI
Judul Film |Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI, [awalnya berjudul sejarah OrBa].
Sutradara |Arifin C. Noer
Produksi|Perum Perusahaan Film Negara (PPFN)
Produser |G. Dwipayana
Dibuat |1981
Rilis |1984
Penulis Buku Tragedi Nasional  Percobaan Kup G.30 S/PKI| Nugroho Notosusanto dan Ismail Saleh.
Penulis scenario | Arifin C. Noer

Pemeran film G30S/PKI:

1). Amoroso Katamsi berperan sebagai Mayjen Soeharto

2).Umar Kayam berperan sebagai Presiden Sukarno
3). Syubah Asa berperan sebagai DN Aidit
3). Bram Adrianto berperan sebagai Kolonel Untung
4). Rudy Sukma berperan sebagai AH Nasution
5). Ade Irawan berperan sebagai Ny AH Nasution
6). Keke Tumbuan berperan sebagai Ade Irma Suryani
7). Didi Sadikin berperan sebagai Sarwo Edhie Wibowo
8). Wawan Wanisar berperan sebagai Kapten Pierre Tendean.

Lama pembuatan : 2 tahun
Biaya pembuatan : 800 juta
Durasi Tayang : 3 Jam 40 menit. (271,  menit).

Penghargaan Nominasi :

Dikutip dari filmindonesia.or.id, film yang dirilis pada 1984 ini juga mendapat berbagai macam penghargaan dalam dunia perfilman Indonesia.
Berikut daftar penghargaan film G30S/PKI:

Festival Film Indonesia 1984
a. Piala Citra untuk Skenario Terbaik (Arifin C Noer)
b. Piala Citra untuk Film Cerita Terbaik
c. Piala Citra untuk Penyutradaraan terbaik (Arifin C Noer)
d. Piala Citra untuk Pemeran Utama Pria Terbaik (Amoroso Katamsi sebagai Soeharto)
e. Piala Citra untuk Tata Kamera Terbaik (Hasan Basri)
f. Piala Citra untuk Tata Musik Terbaik (Embie C Noer)
g. Piala Citra untuk Tata Artistik Terbaik (Farraz Effendy)
Festival Film Indonesia 1985
Piala Antemas untuk Film Unggulan Terlaris 1984-1985


C. ULASAN FILM  G. 30S/PKI.
secara garis besar terdiri dari 2 bagian pokok:
1). mencakup latar belakang peristiwa, rencana kudeta, dan penculikan para jenderal.
2). meliputi kisah penumpasan pemberontakan.
Bagian pertama menggambarkan para penculik (PKI, Pemuda Rakyat, dan Gerwani) melakukan kekejaman terhadap para korban.


Sosok Mayjen Soeharto mulai dimunculkan pada bagian kedua sebagai sosok penumpas dan pembongkar konspirasi di belakang penculikan, selain digambarkan memimpin evakuasi jenazah para korban penculikan.


Ditulis dengan plot dan gaya bahasa yang berbeda, setiap bagian menempatkan tokoh-tokoh utama dalam bahasa visual yang berbeda pula.


Film ditutup dengan kemenangan Pancasila sebagai ideologi negara dan suara rekaman asli Jenderal AH. Nasution saat prosesi pemakaman korban. Dua bagian ini secara sangat sadar ditulis oleh Arifin C.Noer.


KRITIK DARI FILM INI
1). Perlakuan Bengis Dan Sadis.
Dari hasil visum yang dilakukan tim yang terdiri dari dr. Lim Joe Thay, dr. Brigjen Rubiono Kertopati, dr. Kolonel Frans Pattiasina, dr. Sutomo Tjokronegoro dan dr. Liau Yan Siang itu dijelaskan tidak ada bekas penyiksaan seperti penyiletan, pemotongan alat kelamin atau pencungkilan mata. Semua organ tubuh para perwira tinggi AD itu utuh sama sekali.


2). Peta di Ruang Kostrad
Ada pemandangan “unik” dan membingungkan dalam adegan yang menggambarkan Letnan Jenderal TNI Soeharto tengah memimpin operasi pemulihan keamanan pasca-terjadinya G30S di ruangan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Adalah peta Indonesia di ruangan tersebut jadi penyebabnya karena sudah memasukkan Timor Timur sebagai wilayah Indonesia.

Sejarawan Asvi Warman Adam dalam Membongkar Manipulasi Sejarah: Kontroversi Pelaku dan Peristiwa menuliskan bahwa tahun 1965/1966 Timor Timur belum terintegrasi ke dalam NKRI. “Jadi peta yang ada di sana bersifat anakronis,” ujar Asvi.
Sejarah kelam bukan untuk dihapus. Tapi untuk dijadikan pelajaran agar tak berulang.

Dan agar tak berulang itulah, setiap tahun mesti dituturkan ulang, kalau ada video diputar ulang.

Sama seperti kekejaman PKI, tak ada salahnya nonton filmnya. Dengan begitu, anak-anak muda jadi tahu kalau nanti ada gelagat PKI mau bangkit lagi, mereka jadi waspada dan mengantisipasi.

Soeharto

Biarlah sejarah yang mencatat, dengan hati bersih saya sudah memimpin dan memajukan negeri ini. Kalau masih ada hujatan, mari diterima dengan ikhlas. Mudah-mudahan ini mengurangi beban saya di akhirat.

Soeharto

Forgiven but not Forgotten. Maaf oke, melupakan tidak!”,

jika “Bintang” adalah gelar
Maka “Bulan”adalah sejarah
Dan “Matahari”adalah anugerah

belajar sejarah adalah jalan menuju kebijaksanaan, jalan para pemikir.

materi ini dipresentasekan pada kegiatan Nobar &Bedah Film Penumpasan G. 30S/PKI oleh BEM FKIP UPRI Makassar. 30 September 2021 di Aula Ilmiah FKIP UPRI Makassar.

Mari mengenal sejarah bangsa sendiri, kita dapat terus menghargai jasa para pahlawan Revolusi dalam mempertahankan Pancasila dari idiologi Komunis.G.30.S/Pki, sebuah pengkhianatan.

Dr. Sudirman, M. Si.

Kampus UPRI, 30 September 2021

(Visited 557 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Sudirman Muhammadiyah

Dr. Sudirman, S. Pd., M. Si. Dosen|Peneliti|Penulis| penggiat media sosial| HARTA|TAHTA|BUKU|

8 thoughts on “Repost|Bedah Film Penumpasan Penghianatan G. 30.S/PKI”
  1. Masya Allah, makalah yang sangat menginspirasi. Semoga generasi Now tercerahkan dengan makalah semacam ini.
    Salut dan doa saya untuk Anda, ya Pak Sudirman Muhamadiyah.
    Nama yang heroik.

  2. Terima kasih materinya pak🙏
    Meski sejarah merupakan masa lalu,keberadaanya membentuk kita saat ini.kita bisa menggunakan sejarah sebagai bagian pengalaman & pelajaran dlm hidup.

  3. Sejarah yg takkan terlupakan, sejarah yang akan selalu dikenang,
    Trimakasih pak sudah mengingatkan kembali tentang sejarah G. 30S/PKI.

    1. Yang pasti dalam peristiwa G 30 S/PKI, kita harus menghargai Jas Merah. Walaupun pada gerakan tersebut masih perlu kajian ilmiah dan pembuktian pelaku sejarah itu sendiri. Bungkusan G 30 S/pki, bukan saja masalah kepentingan nasional didalamnya, dalam hal kepemimpinan soekarno, tp juga ada kepentingan pihak luar yang tdk bisa melihat kelebihan soekarno dan kemajuan indonesia teemasuk kejayaannya. Indikasi sejarah itu banyak bisa kita lihat baik didalam negeri maupun diluar negeri. Tapi saya yakin bawa sejarah yg terjadi di Indonesia banyak dipengaruhi dan ditampilkan siapa yang berkuasa pada saat itu. Paling tdk kita berpegang bahwa habis gelap terbitlah terang. Insya Allah kebenaran itu akan terungkap dgn sendirinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.