Oleh : Imam Abdullah El- Rashied
Dan, meski berpegangan pada segenggam asa, pada akhirnya kita tenggelam dalam samudera rindu yang sama. Lantas merapalkan do’a-do’a, melayangkan selaksa pinta, agar kita bisa bersama, bertualang dan menua, serta menikmati sisa-sisa senja.
Kita, masih terjebak bidak-bidak aksara, dan terpenjara dalam dekapan rasa. Menolak setiap yang menghampiri, hanya karena kekasih yang dinanti. Entah untuk kembali, atau selamanya akan pergi.
Kita, dalam ayunan masa dan dekapan peristiwa. Berharap apa yang bersemayam dalam jiwa, menjelma sebuah nyata. Kita menghirup nafas asa yang sama, menyeka nestapa, dan menghapus tumpukan luka, entah untuk melupakannya, atau mengulang kesekian kalinya.
Kita, pada janji yang tak terucap kata, akan terus bersama, setia selamanya.
Peternak Rindu.
Mukalla, 5 Oktober 2021.
