Oleh : Imam Abdullah El Rashied
Bagaimana aku melupakanmu, sedangkan namamu selalu aku dekap dalam do’aku?
Bagaimana aku berpaling darimu, sedangkan bayangmu selalu menyertaiku?
Pertemuan itu sejenak, namun menjejakkan rindu yang sesak.
Pertemuan itu sesaat, namun benar-benar membuatku tersesat.
Kita terjebak rasa, dan tenggelam dalam rindu yang tak bermuara.
Kita terpenjara asa, dan menghilang dari hiruk-pikuk semesta.
Dunia, hari-hari panjang, dan do’a-do’a di penghujung malam. Semua masih tentang kita, tentang rindu yang mendera, dan selaksa asa yang dipaksa.
Dunia yang rupa-rupa dan penuh pura-pura. Ucapan yang mesra dan janji-janji dusta.
Namun, tak ada janji di antara kita, bukan? Katamu.
Peternak Rindu.
Mukalla, 9 Oktober 2021.

Waooooo kerennn
Rindu terkadang meresahkan hati dan pikiran. Itu tak mudah tapi sangat indah berada dalam angan dan hayalan.
Itulah bunga cinta memupuk rin,du yg tiada bertepi,ba seluas samudra.
Tetap semangat ya mas imam
Tanamkan keyakinan dalam hati ,insyaallah
Kerinduan akan bermuara pada dermaga hati,dan berbuah manis di ujung penantian