Oleh : Yusriani Nuruse
“Bibi” maafkan aku belum bisa membahagiakan bibi, Yuniar Ananda berucap lirih.
Yuniar ananda seorang ibu muda berumur 26 Tahun harus berjuang sendiri menafkahi bibinya yang lumpuh pasca jatuh dari rumah dan seorang anaknya yang berumur 7 tahun. Ibu Yuniar Ananda harus menerima kenyataan setelah ditinggal pergi suaminya 5 Tahun lalu
Bibinya bernama Ibu Matahari pun kini menderita sakit dan butuh biaya pengobatan dan biaya hidup.Tulang belakang dan betis Ibu Matahari sakit setelah jatuh dari atas rumahnya. Papan rumah yang rumah panggung itu sudah lapuk dan bolong membuat ibu Matahari terjatuh
Dulu Ibu Matahari berjualan campuran di pasar dan rajin beribadah di Masjid, namun kini semua tidak bisa lagi ia lakukan. Jangankan untuk berjalan, berdiri pun ia sudah tidak mampu lagi.
Ibu Matahari sangat ingin sembuh. Dengan hati pilu Ibu Matahari menuturkan andai Allah memberi kesembuhan ia ingin sekali tetap beribadah di masjid dan mencari nafkah untuk ia sedekahkan membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.
Sungguh mulia hati ibu Matahari, walau ia juga masih kekurangan namun ia tetap punya niat ingin berbagi. Yuniar Ananda kepoonakannya hanya bisa berjualan kecil-kecilan depan rumahnya agar bisa tetap merawat Bibinya. Penghasilannya tak banyak hanya sekedar untuk makan bersama keluarga.Yuniar Ananda ingin sekali memperbaiki rumah ibunya yang sudah lapuk, juga ingin membawa bibinya berobat, namun karena keterbatasan ekonomi, ibu Yuniar Ananda hanya bisa bersabar menghadapinya.
Orang baik, mari kita ulurkan tangan kita meringankan beban mereka mewujudkan impian Ibu Yuniar Ananda membahagiakan Bibinya.
Harta yang kita miliki sesungguhnya hanyalah harta yang kita sedekahkan dan kita gunakan di jalan Allah. Insya Allah.
