Oleh: Gugun Gunardi*

Belakangan ini kalau lagi santai, untuk mengisi waktu luang, saya suka melihat postingan di YouTube tentang kereta api. Kereta api tujuan mana saja saya tonton. Saya suka sekali melihat tampilan kereta api Indonesia saat ini: bersih, keren, dan lokomotifnya tampil gagah, kokoh, dan tinggi. Secara keseluruhan, ranghkaian gerbong kereta api buatan PT KAI semakin kharismatik dan gagah.

Paling menghibur hati manakala si vloger memvideokan perjalanan kereta api di daerah pegunungan dengan menggunakan drone. Terlihat indahnya body kereta api, meliuk-liuk seperti ular raksasa di atas pegunungan, disertai pemandangan pegunungan yang indah.

Menonton video perjalanan kereta api di YouTube sungguh mengasyikkan. Selain menjadi tahu macam-macam nama rangkaian kereta api dengan rute perjalanannya, kita juga tahu macam-macam jenis kereta api, mulai dari kereta penumpang, kereta cargo (oleh para YouTuber diberi istilah kereta parcel), dan kereta lori yang biasa beroperasi untuk mengangkut berbagai peralatan untuk perbaikan rel kereta, operasional pengawasan rel kereta api dan perjalanan kereta api. Macam-macam lori bisa kita tonton, mulai dari lori berbentuk kereta api kecil hingga lori berupa motor yang dimodifikasi. Cukup menghibur.

Yang lebih menarik lagi melihat beroperasinya kembali perjalanan kereta api Cibatu-Garut. Suatu hal yang selama ini dianggap tidak mungkin terwujudkan karena berbagai kendala yang dihadapi. Mulai dari rel keretanya yang sudah berubah fungsi menjadi jalan penduduk, sudah diaspal maupun dibeton, hingga tanah PT KAI yang di kiri-kanan bekas rel kereta sudah padat dibangun rumah penduduk. Bukan hal yang sederhana untuk mewujudkan perjalanan kereta api Cibatu-Garut. Tetapi, hal ini dapat diwujudkan. Bahkan, saat ini Stasiun Garut pun terlihat lebih keren dari sebelumnya.

Ada rasa gembira bercampur tak percaya bahwa kereta api jalur Cibatu-Garut segera beroperasi kembali. Terlebih lagi masyarakat Garut. Saya yang beristrikan orang Garut menyambut dengan suka cita hadirnya kembali kereta api jalur Cibatu-Garut. Bahkan, untuk meyakinkan kehadiran kereta api di Garut, saya dan istri berkunjung langsung ke Stasiun Garut yang sudah berpuluh-puluh tahun lamanya tidak beroperasi.

Betul saja, wajah Stasiun Garut yang sebelumnya terlihat kumuh dan berantakan berubah drastis. Setelah “didandani”, tidak kalah keren dibandingkan dengan stasiun kereta api yang lain. Malah, menurut penglihatan saya, Stasiun Garut sekarang lebih keren dari Stasiun Cibatu.

Meskipun baru sampai Banjasari, kereta api jalur Bandung-Pangandaran pun sedang berproses. Tinggal menunggu waktu. Apalagi rel keretanya masih terlihat utuh, tinggal diperbaiki sedikit. Terutama tanah di kiri-kanan rel masih bebas belum berubah fungsi menjadi perumahan penduduk.

Ke depannya, orang yang akan berkunjung ke Pangandaran punya beberapa alternatif pilihan kendaraan. Selain menggunakan mobil atau pesawat terbang Susi Air yang bisa langsung mendarat di Pangandaran, kereta api akan menjadi alternatif yang tidak kalah menyenangkan.

Lain ceritanya dengan kereta api jalur Bandung-Ciwidey. Gubernur Jawa Barat, sebelum dijabat oleh Kang Emil, sempat beberapa kali mewacanakan beroperasinya kembali kereta api jalur tersebut. Faktanya, gagasan untuk mengoperasikan kembali kereta api jalur Bandung-Ciwidey sudah lebih dulu dibicarakan sebelum jalur Cibatu-Garut atau jalur Bandung-Pangandaran. Tapi entah ada apa, jalur kereta api Bandung-Ciwidey belum juga terlaksana. Malahan, kereta api cepat jalur Rancaekek (Bandung)-Jakarta kemungkinan akan mendahului.

Jika melihat kendala yang dihadapi, bisa jadi kesulitannya tidak jauh berbeda dengan mengoperasikan lagi jalur kereta api Cibatu-Garut. Bedanya, jalur Bandung-Ciwidey akan terkendala pada tempat-tempat yang sebagian melewati perumahan elit di Kabupaten Bandung. Pembebasan tanah milik PT KAI, yang sudah berubah fungsi menjadi atau melewati pemukiman elit akan menjadi beban berat bagi PT KAI. Tetapi, terlepas dari itu semua, jika jalur kereta api Bandung-Ciwidey dapat dioperasikan lagi, PT KAI akan meringankan beban jalan Ciwidey-Bandung dan Banjaran-Bandung yang hampir setiap saat dihadapkan pada kemacetan.

Jika kereta api jalur Bandung-Ciwidey beroperasi kembali, masyarakat akan punya alternatif transportasi menuju Banjaran dan Ciwidey. Tentu saja, perjalanan Bandung-Ciwidey dengan pemandangannya akan terlihat lebih indah jika dilihat dari gerbong kereta api dibandingkan mobil.

Mudah-mudahan mimpi kereta api jalur Bandung-Ciwidey dapat terwujud. Kebahagiaan tak terhingga akan kami rasakan. Masyarakat sedang menunggu dengan harap-harap cemas kapan kereta api Bandung-Ciwidey akan beroperasi kembali. []

*Dosen Unfari Bandung

(Visited 70 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: