Oleh : Khatimah Bakri
Salah satu dialog di “Layangan Putus” yang sangat viral sekarang ini adalah “It’s my dreams not her”. Serial Layangan Putus ini, membuat pemirsa jatuh cinta, terutama ibu-ibu. Menurut saya, Kinan terlalu berlebihan menggantungkan cita-citanya kepada Aris suaminya.
Seharusnya Kinan berproses sendiri menggapai cita-citanya, tidak perlu menunggu orang lain atau orang terdekat untuk mewujudkan impiannya. Ketika suaminya tidak dapat mewujudkan impiannya, dia merasa sakit hati, terlebih ada orang ketiga yang merebut impiannya. Akibatnya luka hatinya semakin bernanah.
Jadi, kalau kita punya impian, simpan sendiri saja impian itu , tidak perlu menceritakan ke orang lain atau orang terdekat. Berproseslah dalam sunyi memaksimalkan segala potensinya untuk menggapainya.
Bersyukur, Alhamdulillah jika impian kita bisa wujudkan disaksikan orang terdekat. Namun jika belum terwujud impian itu, kita harus terus berjuang. Berharap orang lain bisa mempasilitasi impian kita itu boleh-boleh saja, yang tidak boleh, terlalu banyak berharap ke orang lain, selain kepada Allah Swt.
Cinta Kinan pun terlalu berlebihan pada suaminya, hingga lupa menyisakan cinta untuk dirinya sendiri. Ketika cintanya dikhianati oleh Aris, dia merasakan sakit yang teramat dalam, sampai dia tidak tahu bagaimana cara untuk menyembuhkan luka hatinya.
Mencintai pasangan memang harus, tapi sewajarnya, jangan sampai cinta itu malah bisa membunuh diri kita sendiri. Jangan sampai tidak menyisakan cinta untuk diri kita sendiri.
Impian rumah tangga yang diwarnai cinta dan bahagia adalah impian setiap wanita, harapan bisa hidup sampai menua bersama pasangan adalah hal wajar. Tapi, tanpa kita sadari, menggantungkan harapan 100% kepada pasangan sesungguhnya awal yang buruk.
Ketika pasangan kita tidak mewujudkan harapan kita, saat itulah bencana besar akan datang. Setiap pasangan kita berbuat yang tidak seperti yang kita harapkan, kita selalu memaafkan dan berharap suatu saat nanti dia tidak akan mengulangi kesalahannya, kemudian berharap akan mewujudkan apa yang kita harapkan.
Serial Layangan Putus mengajarkan kita bahwa sangat mencintai bukan syarat untuk membuat pasangan kita memiliki cinta yang sama. Impian kita adalah kebahagiaan kita, yang bisa kita raih sendiri. Mencintai diri sendiri adalah awal kebahagiaan.
Ketika kita tahu layangan yang kita pegang akan putus, maka lepaskanlah, karena semakin menggenggamnya luka kita semakin parah dan berdarah. Kebahagiaan itu pilihan, dan hanya kita sendiri yang bisa membahagiakan diri sendiri. Sumber utama kebahagiaan bukan pada orang lain, tetapi pada pikiran kita. Suami atau istri hanya menambah kebahagiaan yang telah kita pilih dan miliki
