Oleh : Gusnawati Lukman
Kata kolaborasi tidak asing lagi bagi kita. Dalam setiap situasi dan kondisi, semua membutuhkan kolaborasi. Belajar bersama, bekerja bersama, menjalin kebersamaan untuk menghasilkan ide-ide baru yang sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan bersama.
Kolaborasi atau kerjasama akan membuat sebuah tim menjadi kuat, solid dan selalu diakui eksistensinya oleh semua pihak. Semua persoalan atau permasalahan yang ditemui di lapangan akan menjadi ringan karena masing-masing pihak merasa saling memiliki, saling membutuhkan dan bertanggung jawab bersama untuk mencapai visi ke depannya.
Dalam program pendidikan guru penggerak, kolaborasi merupakan unsur utama keberhasilan sebuah program. Sebuah gagasan besar yang lahir dari pemikiran yang luar biasa, ketika akan dieksekusi, sangat membutuhkan kerjasama tim yang kuat. Mewujudkan profil pelajar Pancasila serta program-program yang berpihak pada peserta didik, maka semua unsur harus terlibat secara aktif.
Dunia masa depan adalah dunia kolaborasi. Kalaliterasi.com merilis bahwa di Indonesia terlalu banyak lomba. Setiap sekolah mengadakan lomba. Setiap universitas mengadakan lomba, dan aktif ikut lomba. Mereka lupa bahwa paradigma kompetisi bercokol begitu dalam pada lomba. Mereka lupa bahwa dengan berlomba, keinginan untuk mengalahkan jauh lebih besar, daripada keinginan untuk bekerja sama.
Bangsa kita lupa bagaimana caranya bekerja sama. Itu semua terjadi karena kita terlalu banyak lomba. Akibatnya, kita tidak lagi berpikir untuk kepentingan bersama, tetapi semata untuk kemenangan kelompok kita yang amat kecil jumlahnya. Kita lupa bahwa yang terpenting bukan cuma kita, tetapi juga kebaikan orang lain, yang mungkin merupakan musuh kita dalam lomba.
Alternatif dari lomba adalah kerjasama.. Alternatif dari kompetisi adalah kolaborasi. Lawan bukanlah sesuatu yang perlu dikalahkan, tetapi untuk diajak terlibat, guna bekerja sama mewujudkan suatu nilai yang baik bagi kehidupan bersama. Lawan kita jadikan kawan. Itulah inti kolaborasi dan kerja sama. Kesadaran ini masih jauh.
Dalam dunia pendidikan, program-program pendidikan yang sudah disepakati bersama akan berjalan lancar apabila terjalin kerjasama yang erat dengan seluruh stakeholder, serta unsur-unsur lainnya. Aset-aset strategis sekolah harus dimaksimalkan fungsinya.
Dunia butuh kolaborasi. Tidak ada yang dapat menyangkal. Kolaborasi sangat penting untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.
Sahabat, mari kita bersatu padu, satukan tekad, satukan hati, jalin kerja sama tanpa memandang status sosial seseorang. Bekerja bersama, belajar bersama untuk menjadi yang terbaik dalam hidup dan kehidupan.
Watansoppeng, 13 Januari 2022
