Oleh: Tammasse Balla
Pada suatu malam hari belum terlalu larut, saya duduk di depan rumah salah seorang sahabat dekat. Saya dengar suara dari dalam rumah, seseorang berbicara. Karena kebetulan pintu rumahnya tidak tertutup, daun pintunya terbuka lebar-lebar. Saya tangkap jelas pembicaraan mereka.
“Sebagai seorang wanita, kamu harus bernilai ibarat intan berlian. Intan berlian selalu mahal nalainya dari apa pun.”
Begitu suara seorang lelaki yang sempat saya tangkap dan perhatikan dari rangkaian kalimatnya. Orang yang berbicara itu mungkin menasihati salah seorang wanita, tetapi saya kira yang dinasihati bukan anak kandungnya.
Nasihatnya dilanjutkan lagi. “Semua intan dan berlian adalah batu, berlian juga keras seperti batu. Namun kamu tahu, tidak semua batu itu intan berlian,” begitu lanjutan dari rangkaian kalimatnya.
“Tahukah kamu apa yang membedakan batu dengan intan berlian?” tanya si pemberi wejangan.
“Karena batu adalah batu, dan intan adalah intan.” Jawab suara wanita yang terdengar sangat simpel dan sederhana jalan pikirannya.
“Bicara tentang ibarat dan nilai, bukan begitu mudah. Itu namanya jawaban balik tangan. Artinya, di balik telapak tangan adalah punggung telapak tangan. Tidak! Tidak begitu pengertian yang saya maksud. Tidak begitu mudah jawabannya.”
Tiba-tiba hening, tidak terdengar suara sejenak.
“Maksud saya, kalau kau wanita yang mau bernilai seperti intan berlian, kamu harus menempatkan dirimu di tempat yang terbatas, berkelas yang terhormat, tidak di sembarang tempat dapat ditemui orang. Karena lihat saja contohnya kalau kau mencari batu, di mana saja mudah kau temukan, mudah didapat di mana-mana, gampang kamu pungut semaumu.
Namun mencari intan? Wow ……. Tunggu dulu…. Intan berlian……. ke gunung, capek mendaki sampai puncak tidak ditemukan. Ke laut?… u,u,u,…. yang ada hanya air pasang dan gelombang. Di toko khusus? Kamu harus menyediakan setumpuk uang lembaran merah, masuk rumah orang, di rumah pun tidak akan ada orang meletakkan intan berliannya di sembarang tempat.
Jadi, kalau mau dihargai dan dinilai tinggi dari orang terhormat, jangan sembarang tempat kau kunjungi. Jangan pamer dirimu hingga bernilai murah. Jagalah dirimu, peliharalah kehormatanmu, peliharalah mulutmu, jagalah sikapmu, berwibawalah dalam penampilanmu. Itulah …. begitulah baru kamu jadi wanita sejati yang bernilai intan.’
Demikian sekilas berbagi hari ini yang telah diramu sedemikian rupa dari berbagai sumber bacaan.
Jakarta, 18 Januari 2022
