Memahami wanita saat ini bukan lagi tentang perannya yang hanya di dapur, sumur, kasur, tapi bagaimana memahami wanita sebagai penggerak karya dan penggerak ekonomi bagi keluarga dan dirinya sendiri. Hal ini berangkat dari hasrat (desire) dan juga dari bakat dan minatnya. Wanita saat ini selalu ingin berkarya menciptakan ide – ide yang ada di pemikirannya. Maka sebagai suami yang mampu bersikap bijak hendaknya mendukung penuh apa yang diinginkan seorang istri selama perannya sebagai istri dan ibu tetap dipenuhi.

Wanita saat ini mampu untuk menciptakan karya di bidang fashion, art, sinematografi, karya tulis, kerajinan tangan, arsitektur, video game, aplikasi, pemimpin suatu lembaga, pengrajin batik, kebaya, bahkan di bidang kuliner mampu menyulap makanan rumahan menjadi makanan berkelas.

Paradigma yang harus ditanamkan oleh para suami saat ini semestinya : bersama istrinya mampu membangun masa depan bangsa ini. Betapa tidak?, jika dalam satu keluarga saja antara suami dan istri memiliki pemikiran yang sama untuk maju, sebagai contoh suaminya memiliki pemikiran untuk membangun tata kota di kotanya dan sang istri memiliki kemampuan untuk menyumbangkan ide tata kota yang baik disertai kemampuan administratif yang baik, maka akan tercapai tujuan pembangunan tata kota yang baik. Betapa kota tersebut mendapatkan Maha karya yang luar biasa. Itu baru sepasang suami istri. Bagaimana jika dua pasang, tiga pasang, dan seterusnya. Bukankah akan mengurangi tindakan ibu – ibu bergosip di negeri ini?bukankah akan mengurangi penindasan terhadap wanita?di mana laki – laki jauh lebih pintar, sedangkan wanitanya tidak mengerti apa – apa. Bukankah akan lebih banyak tercipta generasi yang cerdas, jika ayah dan ibunya juga cerdas dan saling bersinergi. Pada akhirnya kemajuan bangsa ini akan lebih cepat dicapai.

Itulah Kartini Millenials, yaitu seorang wanita yang mampu memberikan perannya secara lebih besar dengan menjadi istri, ibu, dan juga penggerak karya serta penggerak ekonomi. Sehingga peran Kartini yang dahulu diterapkan R.A Kartini dengan semboyan”Habis Gelap Terbitlah Terang”mengusung konsep bahwa seorang wanita harus bisa membaca, tidak buta aksara dan posisinya mampu sederajat dengan laki – laki, Kartini Millenials memberikan lebih dari itu. Karena Kartini Millenials : lembut dalam bertutur, sopan dalam bersikap, dan memberikan karya nyata dalam berperilaku.

(Visited 26 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Uus Usnawati

Seorang perempuan yang selalu happy, berjuang untuk hidupnya, tak kenal lelah. Panggil saja Uuz happyday atau Miss Happy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.