Oleh: Ghinda Aprilia

“Bi, ada sisa uang 30 juta, bagaimana kalau kita membangun kantor?” Itulah pesan singkat dari Ade Sopian sebagai kepala sekolah di MI Al Bayan Mandiri.

“Oke A, bibi mah terserah aa, gimana baiknya saja!” Padahal dalam benak saya berkecamuk, “dari mana duitnya?” Sementara tabungan infaq menipis.

Niat Bismillah, sambil tetap berikhtiar, selain ngencleng juga woro-woro via medsos.

Atas kebaikan teman-teman ada yang membantu langsung berupa rupiah ke rekening Al Bayan. Ada yang membantu cash berupa dollar  via TNG.

“A, kira-kira berapa ya jumlah uang yang dibutuhkan untuk membangun itu?” Pertanyaan saya berapi-api supaya punya perkiraan.

“Sekitar 130 jutaan bi, rencana kita mau membangun 2 lantai, tetapi kita utamakan lantai dasar dulu.”

Seiring berjalannya waktu, terwujud juga sampai berdiri tiang-tiang. Sambil berdoa semoga ada keajaiban untuk mewujudkan gedung ini sampai selesai.

“Bi, kita dapat bantuan dari Laznas Mandiri Amal Insani Foundation, bantuan tahap pertama sebesar Rp. 26.250.000, dan bantuan tahap 2 sebesar Rp. 30.000.000, jadi totalnya Rp.56.250.000” pesan tersebut saya baca via grup whatsApp.

“Allahu Akbar, Allah tak membiarkan kita berjuang sendiri Aa.”

“Iya Bi, ternyata bangunan ini sudah menghabiskan biaya sekitar 130 juta.” 

“Wah, kita termasuk orang kaya dong Aa,” seraya kegirangan mendengar kabar baik itu.

“Oh ya Bi, ternyata masih kurang sekitar 15 jutaan sampai finishing.” Yang saya suka dari keponakan saya ini kejujurannya. Tentang keuangan, kami profesional walau masih saudara, apalagi ini adalah amanah umat.

“Oke Aa, besok Bibi ke Bank Mandiri, mau cek saldo, barangkali masih ada sisa uang.”

Setelah sampai di Bank, saya cek ternyata masih ada 15 juta, tetapi tidak mungkin saya habiskan semua, untuk memperpanjang nomor rekening.

“Ini Aa, cuma ada 14 juta, semoga ada tambahan lagi” Saya kirim bukti transfer. Sebenarnya uang itu untuk persiapan seragam sekolah. Ternyata Allah mudahkan tas sekolah dan seragam ada rezeki dari hamba Allah lainnya.

Cuma selang sehari, ada beberapa orang baik yang langsung mengirim ke nomor rekening Albayan. Pembangunan sudah dimulai sejak Januari 2022, tapi banyak terhenti karena keterbatasan dana. Baru bisa terselesaikan di bulan Agustus 2022 ini, itupun belum selesai 100%. Masih ada pekerjaan plafond yang belum terselesaikan.

Terkadang di hati tergelitik, kami berdua seperti orang-orang nekad, modal keyakinan, berjalan terseok-seok, haqqul yakin bisa sampai ke garis finish.

Sabtu 6 Agustus 2022, terlaksana kegiatan Launching Koperasi Pemasaran Al Bayan Mandiri Sejahtera di lingkungan MI Al Bayan Mandiri..

Acara diawali dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh sesepuh Yayasan Ibnu Khotib Cipatat yaitu Bapak K. Didi Jasmudi. Lalu dilanjutkan dengan acara sambutan-sambutan.

Dalam sambutannya, Ade Sopian yang mewakili jajaran pengurus koperasi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir dalam acara tersebut.  Ade menambahkan, kehadiran Koperasi Al Bayan Mandiri Sejahtera diharapkan mampu membawa dampak positif pada peningkatan kesejahteraan anggota serta warga Desa Cibunian dan sekitarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Bapak Atep selaku Kabid di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, pak Eko, Mas Rano Karno serta mas Haris yang mewakili Laznas Mandiri Amal Insani, pak Duloh yang mewakili Kepala Desa Cibunian, serta H. Iwan Setiawan dan Ust. Erizal selaku relawan Laznas MAI Foundation Kabupaten Bogor.

Acara tersebut turut dimeriahkan oleh penampilan seni tari daerah Jawa Barat yang dibawakan oleh para siswi MI Al Bayan Mandiri. Juga dimomentum spesial ini turut dilakukan kegiatan santunan anak yatim yang ada di sekitar MI Al Bayan Mandiri.

Acara ditutup dengan pemotongan pita sebagai penanda diresmikannya penggunaan gedung baru MI Al Bayan Mandiri, serta pembagian doorprize.

Bagi saya pribadi tentu ini menjadi kebahagiaan tersendiri, bagaimana tidak? Tidak menyangka yang berawal dari uang receh bisa seperti sekarang ini. Untuk sementara ini lengkap sudah ruangan yang dibutuhkan. Tentunya tidak hanya sampai di sini, masih ada impian lain yang belum terwujud. 

Ya mungkin dengan kondisi ekonomi kami terlalu tinggi impian mempunyai MTs dan MA gratis untuk masyarakat di kampung dan punya akses jalan menuju MI Al Bayan. Afirmasi setinggi mungkin, tidak ada yang mustahil bagi-Nya. 

Terima kasih untuk semua donatur yang telah menginfakkan hartanya di jalan Allah untuk pembangunan kantor MI Al Bayan. Wabil khusus kepada Mandiri Amal Insani, teman-teman PMI Hong Kong, Ibu Rini, dan semua sahabat-sahabat saya yang tak bisa saya sebutkan satu-persatu. Semoga semua kebaikan berlimpah pahala dan Allah menggantinya dengan keberkahan yang berlipat ganda, menjadi amal yang tiada putus di dunia dan di akhirat. Aamiin.

(Visited 108 times, 1 visits today)

By Ghinda Aprilia

Sebaik-baik hidup bisa berguna untuk diri sendiri dan orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.