Oleh: Elvira Pereira Ximenes

Dalam dunia pendidikan, mulai dari tingkat dasar sampai Perguruan Tinggi di mana pun berada pasti akan menghadapi ujian dalam berbagai bentuk. Ujian sekolah merupakan kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Setiap sekolah melaksanakan ujian sekolah pada setiap semester atau setiap trimester. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) ujian adalah sesuatu yang dipakai untuk menguji mutu sesuatu dalam hal kepandaian, kemampuan hasil belajar, termasuk keterampilan yang bertujuan untuk menguji apa yang sudah dipelajari selama ini oleh para siswa dan melihat tingkat kemampuan dan pemahaman terhadap setiap materi yang didapat oleh para siswa. Menurut UPH College ujian tidak hanya semata-mata untuk menguji kompetensi kognitif siswa. Siswa harus dapat merefleksikan apa yang sudah dipelajari selama ini di kelas melalui soal analisis yang diberikan dan melihat perkembangan logika berpikir siswa sesuai dengan kedalaman materi yang diberikan.

Kita berpikir bahwa seandainya tidak ada ujian dalam hidup ini maka semua hal akan terasa santai, ringan dan menyenangkan. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya semasa hidup kita pasti akan senantiasa mengalami ujian. Bayangkan seandainya hidup kita tidak ada ujian maka hidup kita hanya berjalan konstan di tempat. Tidak ada hal yang dapat memacu kita untuk menjadi maju dan lebih baik. Maka dari itu, ujian tidak hanya semata-mata menguji siswa dalam bidang akademik tapi juga mempersiapkan life skill sehingga siswa dalam mengarungi bahtera kehidupan bahwa tantangan hidup di masa depan.

Pelaksanaan ujian merupakan salah satu bentuk pertanggung jawaban siswa terhadap Tuhan, orang tua, Gereja, terutama para siswa yang bersangkutan dalam proses belajar yang telah dilalui dalam jangka waktu tertentu. Hal ini berkaitan dengan perumpamaan tentang Talenta yang terdapat di Injil Mateus 25 : 24 – 30, orang pertama diberi 5 talenta dan membawa laba 5 telenta, orang kedua dipercaya 2 talenta, mempoleh laba 2 talenta tapi orang terakhir dipercayakan 1 talenta memilih untuk menyembunyikannya dalam tanah sehingga ia tidak memperoleh laba dari talenta yang dipercayakan kepadanya. Pada akhirnya talenta tersebut dipercayakan kepada orang yang memperoleh 5 talenta.

Talenta berbicara tentang segala sesuatu yang dikaruniakan Tuhan kepada seseorang selama ia hidup di dunia menurut kemampuannya masing-masing seperti kemampuan akal budi, bakat, potensi, kepandaian, kecerdasan, berbagai karunia dan keterampilan. Para siswa atau peserta didik diberi talenta untuk mengisi dunia ini dengan penuh tanggung jawab. Semuanya demi kemuliaan nama Tuhan di surga.

(Visited 252 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Elvira P. Ximenes

Elemen KPKers Dili TL, telah menyumbangkan puluhan tulisan berupa, artikel, cerpen, dan puisi ke BN, dengan motonya, "Mengukir makna dalam setiap kalimat, menghidupkan dunia dalam setiap paragraf", pingin jadi penulis mengikuti jejak para penulis senior lainnya di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.