Oleh: Fani Oschalia*
Bagaimana jadinya jika kepintaran tanpa diiringi dengan kewarasan. Untuk zaman sekarang ini, banyak orang-orang pintar yang telah kehilangan kewarasannya. Seperti penjabat atau petinggi-petinggi negara yang selalu dianggap pintar dan diberikan kepercayaan untuk mengurus suatu negara, tapi malah bertindak semena-mena dengan melakukan tindakan korupsi.
Juga kasus yang akhir-akhir ini yang membuat seluruh rakyat Indonesia dibuat geram oleh seorang petinggi oknum polisi yang membunuh bawahannya sendiri.
Tak hanya itu, salah satu petinggi polisi lainnya juga yang diduga melakukan tindakan penyalahgunaan narkoba. Bukankah mereka dibentuk untuk memberikan contoh dan mengayomi masyarakat dengan baik? Tapi mengapa justru memberikan perlawanan yang tidak masuk akal? Dan mereka sendiri telah membuat nama instansi mereka sendiri rusak dan jadi dianggap buruk oleh masyarakat.
Bukankah mereka semua ini pintar sehingga bisa lolos menjadi orang penting yang bisa dijadikan contoh yang baik untuk masyarakat dan orang-orang di sekitar mereka. Di mana letak kewarasan mereka?
Tidak heran jika di zaman sekarang yang dipenuhi teknologi serba canggih dan penggunaan media sosial yang tak terhentikan. Postingan-postingan buruk yang disebarkan oleh orang pintar yang tidak waras di dalamnya sehingga pembaca menelan mentah-mentah dan membuat pikiran mereka tidak terkendali. Untuk itu, pastikan diri Anda cukup waras untuk melengkapi kepintaran Anda agar tidak mudah dikendalikan oleh hal yang membuat kewarasan Anda terganggu.
*penikmat literasi menulis
