Oleh : Besse Risma

Aku harus membuat hatiku lapang luas seluas lautan tak bertepi, agar bisa dijadikan tempat bermain, agar bisa memaklumi segala yang tertabiri.

Aku harus membuat jiwaku luas seluas langit tak bertepi, agar burung bebas beterbangan membawa mimpiku berjalan-jalan.

Dibalik ombak kecil yang berkejaran ke tepi, hatiku bersiul menghibur diri. Semilir angin berbisik, sabar kawan, perjalanan masih panjang.

Burung pipit terbang rendah menyapa memahami galau berselimutkan sepi. Gemuruh ombak dari jauh hendak menghantam kesabaranku.

Tak kuhiraukan langkahmu yang terus membelakangi, tak kuhiraukan ombak yang mengusik kesabaranku, karena kuyakin ada hikmah yang perlu kupeluk.

(Visited 102 times, 1 visits today)
One thought on “Memeluk Hikmah”
  1. Memupuk buah dari kesabaran, akan menuai hikmah yang terindah,karna kuyakin kau memiliki hati yang lapang jiwa yang luas untuk menutup tabir galau yang berselimutkan sepi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.