Oleh : H. Tammasse Balla*
Bayu subuh setia mengelus wajah. Perlahan langkah-langkah kaki mengikuti irama detak jantung. Subuh dini hari seperti tak biasa, pagi ini ada haru menyeka jiwa.
Ya Rabb, panjangkan umur, abadikan sehat, murahkan halal rezeki-Mu. Bilakah lagi berziarah ke Makam Rasulullah? Bersujud di Rawdah meminta segala harap, dan berkunjung ke Masjid Kuba, menyapa Jabal Uhud.
Rasanya singkat waktu bertahta di hati. Seminggu tak cukup obati rindu membara. Rindu padamu junjungan, panutan seluruh umat muslim. Di tiap alun napas, namamu mengalir bagai air di sungai. Hadirlah selalu semangat juangmu di hati umat Muslim sejagad.
Selamat tinggal Masjid Nabawi. Selamat berpisah sementara kala. Biarlah jarak memisahkan raga. Namun, kesan mendalam tak pernah dilerai waktu.
Kenangan indah tak lekang di panas, tak lapuk di hujan. Kenangan terukir abadi dalam sanubari. Sampai jumpa Masjid Nabawi. Kurindu kembali sujud di taman surga Rawdah. Kan kusimpan kristal-kristal rindu ini hingga waktu mengatup mata.
(Masjid Nabawi, 6 April 2022 M. / 5 1432 H. Pk. 04.50 Waktu Madinah)
*Penikmat literasi membaca dan menulis di Makassar
