Oleh : Sayid Anshar*
Sesuatu hal yang sangat sulit dipertahankan oleh manusia adalah “kejujuran” . Ini disebabkan karena adanya pertentangan antara nafsu dan kalbu yang cenderung dimenangkan nafsu. Akibatnya, kejujuran dan kebenaran terabaikan.
Alam merupakan sesuatu yang diciptakan Allah Swt untuk mahkluk-Nya dan sebagai amanah kepada manusia untuk dilaksanakan dengan penuh kebaikan, kebajikan, kebenaran dan keadilan.
Menurut Al-Gazali, alam dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya adalah alam ghoib dan alam syahadah. Alam syahadah alam yang terlihat dalam istilah Inggris disebut universe yang artinya seluruhnya.
Sementara kejujuran merupakan karakteristik yang diwarnai oleh kesesuaian antara yang tersurat dan tersirat dalam artian jika dikhususkan kepada manusia adalah adanya kesesuaian antara ucapan dan perbuatan yang menjadi tolok ukur, sehingga ketika keduanya terjalin dengan baik maka disitulah ada kebenaran sejati seperti kata seorang sufi, kejujuran itu adalah kebenaran.
Alam dikatakan lebih jujur daripada manusia dikarenakan alam tidak pernah menyembunyikan rahasianya. Segala sesuatu yang bersifat misterius dan keindahan itu bisa terlihat tanpa sedikit pun disembunyikan oleh alam, sehingga kejujuran yang dimiliki alam ini adalah kebenaran sang pencipta yang penuh dengan keteraturan. Sejatinya, alam memiliki karakteristik yaitu keindahan, kedamaian, kesederhanaan dan bijaksana.
Seperti ungkapan Cak Nun bahwa kejujuran alam adalah kejujuran Tuhan. Alam dijunjung, dihormati dan disyukuri. Kejujuran bermakna kesejatian, kesejatian terjelas yang tersembunyi. Jadi pantas ketika dikatakan bahwa alam lebih jujur dari pada manusia.
*Penggiat literasi membaca dan menulis di Minangkabau
