Oleh: Aura Insia
Miaoli 21/03/2023

Masih seperti tahun-tahun kemarinnya, detik-detik menjelang Ramadhan di Miaoli tempat bekerja diwarnai dengan perasaan haru, ada rasa sedih yang tidak dapat diungkapkan dengan kata dan juga airmata,
Rindu serindu-rindunya kepada Keluarga terutama ayah juga ibu dan sanak saudara lainnya.
Ada yang lebih menyakitkan lagi, Ramadhan kali ini tanpa adanya abah yang sudah pergi menghadap Ilahi pada bulan September lalu menyisakan perih yang tidak terhingga,
Sebulan sebelum kepergiannya, abah memintaku untuk segera pulang dengan suara parau abah berkata, kapan mau pulang abah takut tidak bisa bertemu lagi?, pada saat itu aku hanya bisa berkata, abah jangan berkata seperti itu Insya Allah abah sehat dan kita bisa berkumpul sebentar lagi, aku hanya menghabiskan kontrak saja dan akan pulang.
Sejak itu abah selalu mnelpon bahkan hampir setiap pekan 3 kali hanya sekedar bercerita bahwa abah sedang beresin barang bahkan sambil disawhpun beliau memberi kabar, pada awalnya hanya berfikir karena hpnya baru mungkin makanya abah selalu menelpon dan berlama-lama berbicara.
Selang beberapa hari dipagi hari, pukul 5 pagi tepatnya adik ipar menelpon menggunakan aplikasi wa suaminya adikku yang paling bungsu memberi kabar bahwa abah tiba-tiba jatuh sakit di tengah malam pukul 1.30 dinihari abah mendadak tidak bergerak serta berkeringat dingin sbelah kanan, pada awalnya hanya berfikiran mungkin karena tidur tertindih namun setelah kuajak berbicara abah sama sekali tidak bisa menggerakan bibirnya.
Pada hari itu abah hanya diberikan obat pereda sakit saja dan mengundang kiayi juga sanak saudara untuk mengaji di rumah, namun keesokan harinya akhirnya abah dibawa kerumah sakit R. Syamsudin Bunut Sukabumi Kota,
Selama seminggu abah dirawat dan setelah diperiksa oleh dokter abah dinyatakan struk penyempitan pembuluh darah dikepala.
Setelah satu minggu dirawat akhirnya dokter mengizinkan abah untuk dibawa pulang dan pada saat itu aku meminta kepada seluruh keluarga supaya abah dibawa ke tempat theraphy selama beberapa hari disana,
Mengingat tempat tinggal abah jauh dari tempat theraphynya maka abah lebih baik dirawat dulu saja, dengan dibantu menggunakan Ambulance dari PKS Kabupaten Sukabumi abah diantar ketempat theraphy.
Setelah satu malam disana dan baru duakali abah mendapatkan theraphy tiba-tiba aku diberi kabar bahwa abah mau dibawa pulang saja karena alasan ini dan itu,
Sebagai anak yang sedang jauh dan tidak memungkinkan berbuat apa-apa hanya bisa pasrah dengan keputusan keluarga besar di Rumah.
Pada malam pertama abah dirumah abah baik-baik saja walapun masih tidak bisa bergerak dan dibantu oksigen, pada malam kedua pukul 10.30 malam abah pergi untuk selamanya, alfatihah untuk abah.
Semoga abah Allah tempatkan di syurga firdaus-NYA serta kami bisa berkumpul kembali di kehidupan yang berkekalan, Aamiin ya Allah ya Robbal’alaamiin.
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
”Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan”
QS. Al-‘Ankabut Ayat 57
