Perkembangan teknologi dan informasi merubah segala perilaku, salah satunya mudahnya mengakses media sosial. Berpetualang di Media Sosial memang membuat orang lupa daratan. Namun tetaplah waspada, saring sebelum sharing, jaga jempolmu agar terhindar dari ancaman pidana penjara.
Berteman di media sosial dengan seseorang yang belum pernah dikenal sebelumnya bisa saja terjadi. Baik dengan teman laki-laki maupun perempuan.
Seiring pesatnya teknologi saat ini membuka kemudahan untuk saling berinteraksi dengan siapapun, kapanpun dan dimanapun. Melalui facebook, What’sApp, Twitter, Tiktok ataupun Instagram kita bisa terhubung dengan banyak teman tanpa pernah mengenal sifat dan karakter sebelumnya. Kelebihan lainnya, meski tidak saling bertatap muka, kita bisa berbagi cerita kapan pun, di mana pun kita mengaksesnya, karena media sosial menghilangkan jarak dan waktu.
Berinteraksi melalui media sosial dibutuhkan sikap dewasa sebagai individu yang memiliki tanggung jawab dalam bergaul, baik di kehidupan sehari-hari maupun di media sosial. Hendaknya sebagai individu yang telah memiliki pasangan hidup tidak melupakan peran, baik sebagai suami /istri maupun sebagai orang tua bagi anak. Kepercayaan dalam kehidupan pernikahan merupakan fondasi bagi keberlangsungan suatu pernikahan, agar mampu menjaga kepercayaan dalam berselancar di Media Sosial.
Memang diakui berkomunikasi lewat media sosial, lebih seru, asyik sendirian bersama gawainya, melebihi berteman di dunia nyata. Bukan hanya kalangan remaja, media sosial pun sudah merasuki kehidupan berumahtangga, ini yang harus diwaspadai, dibutuhkan kedewasaan penggunanya.
Media sosial melupakan segala permasalahan hidup, pasalnya semua informasi tersedia disana tanpa mengenal batas waktu, misal pada saat istirahat makan, berkumpul bersama keluarga, bekerja, belajar, berpolitik higga berkritik.
Saking asyikya bermedia sosial, interaksinya boleh dikatakan menyerupai “orang gila” pasalnya, tanpa bertatap muka, mereka tersenyum, tertawa hingga menangis dihadapan gawainya, apa nggak gila tuh, namanya.
Bagi pasangan suami istri, jangan melarang bermedia sosial termasuk menentukan dengan siapa ia harus berteman. Berilah pasangan kesempatan untuk menentukan sendiri dengan siapa ia ingin berteman di medsos. Dengan demikian pasangan akan merasa dihargai dan lebih respek pada pasangan. Selain itu juga akan berusaha menjaga perasaan pasangannya ketika ia diserahi suatu kepercayaan. Di luar itu keterbukaan dan komunikasi yang juga perlu terus dipupuk bersama pasangan.
Berteman di media sosial pada umumnya bertujuan untuk menjalin relasi yang baik dengan teman-teman sekolah, kuliah, bisnis, urusan kantor, bahkan medsos menjadi ajang pencarian jodoh. Dalam hal satu ini sebagai suami/istri harus selalu ingat komitmen dengan pasangan.
Barangkali dari sini pasangan bisa menyadari bahwa ada seorang yang lebih perhatian dan memahami dirinya. Hal yang harus diyakini adalah pasangan akan konsisten dengan komitmennya apabila keduanya bisa menjaga perasaan, sehingga keduanya merasa nyaman bermedia sosial tanpa mengkhianati. Intinya, waspadalah, jaga jempol bermedia sosial, agar tidak berujung penjara.
