Dirgahayu Republik Indonesia ke-79, yang dilaksanakan di Ibu Kota Nusantara (IKN), sebuah ibukota baru Indonesia yang menunjukkan pada dunia bahwa, Indonesia telah benar-benar melangkah maju di hari ultahnya yang ke-79. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia bukan lagi negara berkembang, tetapi sudah melangkah ke negara maju di ASEAN.
Kami sebagai anak tiri yang pernah diasuh oleh Republik Indonesia ini dari buta aksara literasi, hingga kini dapat mengenal dunia luar kami. Kami tak ada kado istimewa buatmu Bapak pengasuh literasi kami, di hari ultahmu yang ke-79 ini, namun kami hanya haturkan limpah terima kasih yang tak terhingga atas jasa-jasamu pada kami dalam memberantas Buta Aksara Literasi di bumi Lorosae ini.

Terima kasih untuk pembangunan di segala bidang, seperti; jalan raya, gedung perkantoran, pendidikan, gereja, infrastruktur lainnya yang tak terhitung nilainya di sini selama 24 tahun bersama kami, pada masa orde baru, dibawah kepemimpinan presiden Soeharto. Namun di sisi lain, ada masa-masa kelam yang tak terlupakan, dimana para milisi yang membumi hanguskan negeri kami, setelah kami mendapatkan hak-hak kami sebagai negara merdeka. Tetapi hal ini tidak menghalangi persahabatan kita, karena telah adanya “Rekonsiliasi” oleh bapak negara kami Xanana Gusmão.
Rekosiliasi inilah yang mempersatukan kita sebagai saudara tetangga yang baik, dan sebagai percontohan bagi negara-negara konflik lainnya di dunia, seperti: Rusia vs Ukraina, Israel vs Palestina. Kita harus tetap memupuk persaudaraan ini hingga ke anak cucu kita, karena kita saling menguntungkan di dunia perekonomian. Kami mendapatkan bahan baku baik sandang maupun pangan yang memenuhi kebutuhan kami sehari-hari disini, kalian yang mendapatkan dolarnya.
Dari dunia pendidikan literasi, kami insyaf bahwa kami masih jauh dari kalian, dan ingin belajar lebih banyak dengan kalian tentang apa saja, berupa IPTEK di jaman gobalisasi ini. Semuanya serba mie-instan, serba cepat, dunia kita semakin cepat, dikala internet mendominasi dunia, namun kami TL masih berjalan kayak penyu vs kancil. Para pencari dolar masih menjilat kami soal internet, dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara dan khususnya di ASEAN.
Akhirnya kami hanya haturkan terimakasih tak terhingga dan dirgahayu di hari utlahmu ke-79, semoga Indonesia semakin jaya, semakin maju di Asia Tenggara, di bidang apa saja, menjadi contoh dan teladan bagi negara-negara lain di dunia, terutama dalam toleransi beragama, berempati dan bersimpati pada sesama manusia, terutama pada tetanggamu Timor Leste.
Edisi special 17 agustus 2024
