Bagaimana tidak? Berpulangnya bapa suci Paus Frans, yang sangat mencintai umat crocodile Timor Leste, dimana dengan antusias menanti kedatanganNya di Bandara Udara Nicolau Lobato, pada tanggal 9 setember 2024, kala itu memang sebuah moment yang tak pernah terlupakan. Baru selang tujuh bulan saja engkau telah berpulang ke rumah Allah Bapa di surga.

Moment dimana, semua makhluk hadir menyambut kedatanganNya, bukan hanya umatnya, tetapi burung merpatipun turut mengambil bagian dalam penyambutan itu. Sambutan yang hangat, gegap-gempita, sorak-sorai, bagai menyambut kedatangan Raja Yesus ketika memasuki kota Yerusalem dengan daun palma di tangan mereka, di hari raya Minggu Palma.

Sambutan itulah yang sangat mengikat hati bapa suci Paus Frans, dan langsung jatuh cinta pada bumi Lorosa’e, bumi crocodile, bumi dengan keharuman cendana dan kopi arabikanya. Beliau bukan jatuh cinta pada kekayaan bumi, atau makhluk hidup lainnya, melainkan jatuh cinta pada umatnya yang ramah dan senyuman menyambutnya, dalam kondisi apapun.

Cintamu itu kau curahkan lewat kata-kata puitismu, “Yo sono rimasto innamorato di Timor East” yang berarti, “Aku jatuh cinta padamu Timor”. Syair puisimu ini, kau selalu gaungkan di berbagai tempat, terlebih lagi di kota suci Vatikan, kau kumandakan pada dunia, supaya dunia tahu bahwa, engkau memang sangat mencintai umat Katolik Timor Leste. Begitu sebaliknya umat katolik di bumi Lorosa’epun terpikat akan cintamu itu, hingga membludak di pelataran Tasitolu, tempat suci beranda Vatikan, yang menjadi saksi bisu atas cintamu pada umatmu di bumi Lorosa’e.

Situasi ini berubah seketika dari hati yang gembira, gegap-gempita dan sorak sorai, berubah menjadi isak tangis, dan hati yang terluka atas kepergianmu secara tiba-tiba. Sosokmu, yang begitu sederhana, membuat kami terpesona atas dirimu. Engkau datang mengunjungi kami, bukan sebagai paus, pengganti S.Petrus, di bumi ini. Tetapi kami melihat Tuhan Yesus Kristus dalam dirimu, yang datang melawat kami, sehingga kami takkan lupa atas jasa kunjunganmu itu, seolah-olah Tuhan Yesus sendiri yang datang melawat kami.

Semuanya senang, riang-gembira menyambut kedatangannmu di bumi crocodile ini. Hingga engkaupun mengingatkan kami dengan istilah crocodilemu itu bahwa, “berhati-hatilah dengan crocodile yang datang mengigitmu, dan menelang budayamu sendiri”. Memang hal ini adalah realitas dalam kehidupan kami sehari-hari di era kemerdekaan ini. Banyak crocodile yang sering mencari kesempatan dalam kesempitan untuk menerkan kami yang terkecil ini, terlebih menelang budaya kami, yang saat ini sedang terjadi dan akan terjadi lagi di masa yang akan datang. “Rawatlah para orang tua karena, mereka adalah memori masa lalu, dan jagalah anak-anakmu karena merekalah masa depan bangsa ini”, pesannya.

Kini kami berduka atas kepergianmu ke rumah Bapa di surga. Tapi doa kami selalu menyertaimu, agar engkau segera masuk ke dalam kerajaan surga, dan mendoakan kami kembali yang masih berkelana di muka bumi ini, sering ternoda dan berpaling pada ajaran kebenaranmu itu. Bukan hanya dengan kata-kata, melainkan dengan aksi dan teladan yang kau tunjukkan pada kami, agar kamipun mengikutinya, sebagai pengikut Kristus yang sejati.

Tanpa memandang bulu, pada kawan maupun lawan, tapi merangkul semua sesama manusia di dunia ini, tanpa memandang suku, ras, agama, budaya. Engkau tidak takut akan ancaman yang mengancasm hidupmu sendiri, karena Bunda Maria Magiore selalu menyertaimu, kemanapun langkahmu. Karena semuanya sama di mata Tuhan yakni, sebagai insan ciptaan Tuhan yang mencari Tuhan Allahnya dengan jalannya masing-masing. Dari sinilah ia memunculkan suatu dokumen bernama “Frateli Tutti” yang berarti semua manusia bersaudara.

Sifat kesederhanaannya ditunjukkannya sejak beliau masih berusia 17 tahun, dan uskup di keuskupan Argentina, tetapi baru kita kenal di saat ia menjadi Paus. Sifatnya ini mengikuti jejak S.Fransiskus dari Asisi yang mengadakan perubahan dalam gereja sejak abad ke 12, maka Ia juga ingin mengikuti jejaknya melakukan perubahan dalam gereja di masa modern ini.

Sehingga dalam motto kepausannya “miserando et elegendo” yang berarti mengasihi dan memilih, karena dalam ajaran Kristus yang paling menonjol adalah “Kasih”, pada sesama manusia dan alam semesta (Frateli Tutti dan Laudato Si).

Dia sebagai sahabat bagi umat muslim, dimana salah seorang pemuda menulis bahwa, “semua manusia terlahir otentik, tetapi setelah itu ia menjadi manusia fotocopy”, karena terlahir suci bagai kertas putih tapi ternoda oleh lingkungan sehingga, manusia menjadi ternoda yang disebut fotocopy. Meskipun kita beda agama dan ajaran mengenai ketuhanan tetapi sebenarnya kita percaya akan satu Allah yaitu Allah yang Maha Esa, Maha Tahu dan Maha Pengasih.

Kami umatmu di bumi Lorosa’e, merasa kehilangan atas sosokmu yang agung, sebagai bapak perdamaian, bapak belas kasih terhadap kaum papa (di rumah sakit, di sel-sel tahanan), bapak pecinta alam semesta (laudato si), bapak tolerante terhadap agama apapun, bapak murah senyum terhadap siapa saja, Kami sangat mencintaimu, namun Tuhan lebih mencintamu, atas karya-karyamu yang agung di dunia ini, sehingga Dia telah memanggilmu untuk beristirahat damai dalam kerajaanNya yang abadi di surga.

Akhirnya, RIP (Requiestat In Pacem) hanya alunan doa khusuk yang kami haturkan padamu agar perjanalanmu lancar menuju ke rumah abadi Allah Bapa di surga, tempat idaman orang-orang yang percaya pada Kristus, karena hanya melalui Kristuslah kita dapat diselamatkan dari alam maut dan dosa, sebab DialahJalan, Kebenaran dan Hidup” sepanjang segala masa. Amin.

Lospalos, 25 april  2025

By prof EdoSantos’25

(Visited 39 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Aldo Jlm

Elemen KPKers-Lospalos,Timor Leste, Penulis, Editor & Kontributor Bengkel Narasi sejak 2021 hingga kini telah menyumbangkan lebih dari 100 tulisan ke BN, berupa cerpen, puisi, opini, dan berita, dari negeri Buaya ke negeri Pancasila, dengan motonya 3S-Santai, Serius dan Sukses. Sebagai penulis, pianis dan guru, selalu bergumul dengan literasi dunia keabadian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.