Oleh: Kharisma Andika*
Rabu pagi 4 Mei 2025 cuaca kota Bandung sebagian besar cerah, secerah hatiku untuk mengikuti perkuliahan. Sebelum berangkat ke kampus menyempatkan diri melihat berita dan informasi di platform media sosial. Tidak bisa dipungkiri pada era digital sekarang, media sosial menjadi jendela pagi untuk memahami perkembangan terkini dihampir segala sektor.
Beberapa video-video pendek bernuansa inspiratif melewati beranda, tidak terkecuali video Kang Dedi Muliadi (KDM) yang selalu menggugah hati dan menyentuh nilai-nilai humanisme. Video yang memperlihatkan seorang anak perempuan berusia kelas lima SD bersama adik lelakinya yang harus berhenti sekolah mengganti posisi sang ayah yang mengalami kecelakaan motor untuk mencari rejeki.
Sebagai pemimpin seluruh warga Jawa Barat tanpa kecuali, KDM lagi-lagi hadir memberi perhatian sepunuh hati kepada anak perempuan dan adiknya itu. Gerakan spontanitasnya memberi bantuan kepada warganya yang ditemui menjadi pemandangan indah tak terbantahkan. Bagaikan bunga-bunga mekar yang memancarkan harum semerbaknya dari balik halaman rumah warganya.
Menyaksikan semua itu, saya jadi teringat nasehat ayahku yang mengajariku berdoa. Katanya jika engkau berdoa jangan minta kekayaan kepada Allah SWT, tetapi berdoalah dipilih menjadi salah satu hamba “Pembagi rejeki-Nya”. Ayahku kemudian memberi contoh “Kran Air”. Menurutnya kran air adalah perangkat yang digunakan untuk mengontrol aliran air, memengatur volume air yang mengalir. Memiliki fungsi mengalirkan atau menyalurkan air kepada rumah-rumah warga.
Mendengar nasehat berdoa seperti itu, nampaknya KDM dengan tulus telah menjadi kran air untuk menyalurkan rejekinya kepada warganya yang selama ini mengalami dehidrasi karena kekurangan air kehidupan. Hampir setiap hari tanpa henti, tanpa syarat, tanpa batas, tanpa pencitraan, kran air rejeki KDM dialirkan melalui pipa-pipa kasih sayang seorang pemimpin kepada kaum papa yang terabaikan. Tidak jarang bahasa air mata berbicara melukiskan keindahan jiwa, kegembiraan rasa, dan kesyukuran warga yang tiba-tiba mendapatkan kran air rejeki KDM mengalir membasahi lahan jiwa mereka yang selama ini retak ditimpah kemarau kepemimpinan amanah. Ya Allah ya Rabb, semoga aku bisa menjadi kran air rejeki mengikuti jejak KDM.
*Mahasiswa Telkom University Bandung.
