Hari ini,
aku bangun dengan dada yang lebih lapang,
dan hati yang tak lagi menggenggam luka—
karena aku tahu,
cinta sejati tak pernah datang dalam cemas,
tapi dalam damai yang mengalir seperti doa.
Aku belum tahu siapa kamu,
di mana jejak langkahmu berada,
tapi aku mencintaimu
dengan iman yang tumbuh dari harapan
dan keyakinan bahwa semesta tak pernah terlambat
mengantar dua jiwa yang saling mencari.

Hari ini,
aku memulai awal yang baru.
Bukan karena aku melupakan yang lama,
tapi karena aku belajar melepaskan
tanpa kehilangan cinta dalam jiwaku.
Jika kelak kita bertemu—
di bawah langit senja atau teduh hujan pagi—
izinkan aku mencintaimu dengan hati yang penuh,
tanpa syarat, tanpa topeng,
karena aku telah selesai dengan segala pura-pura.

Kita akan membangun kisah bukan dari kepemilikan,
tapi dari perjumpaan yang tulus,
yang tumbuh dari jiwa yang telah matang mencintai diri sendiri
dan siap menyambut yang lain
dalam pelukan kasih yang memerdekakan.
Jadi, di hari ulang tahunku yang ke-45 ini,
aku tidak hanya merayakan waktu yang bertambah—
aku merayakan ruang baru yang kubuka di dalam hati
untukmu yang akan datang,
atau mungkin…
sudah berdiri di dekatku,
dalam diam, menunggu aku pun siap menyambutmu.
by profa. EPXim’25
