Oleh: Alya Safitri
Pada tahun 2023, awal mula kehidupan aku yang sebenarnya dimulai. Saat itu, aku baru saja menyelesaikan pendidikan di bangku SMA. Kedua orang tuaku hanyalah lulusan SMP dan SD. Kami tinggal di desa kecil dengan kehidupan yang sederhana. Aku adalah anak perempuan pertama yang merasa memiliki tanggung jawab besar terhadap kedua orang tuaku.
Mungkin aku terlihat sebagai anak yang paling tenang, seolah tak peduli dan tak ingin turut terlibat. Namun sebenarnya, aku memikirkan semuanya—bagaimana aku bisa memberikan yang terbaik untuk kedua orang tuaku. Aku sangat ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, tetapi terhalang restu ayah yang tidak ingin anak perempuannya jauh darinya. Ayah hanya mengizinkanku melanjutkan pendidikan di universitas yang ada di Kolaka Utara.
Saat itu aku menolak, karena terpengaruh oleh cerita buruk orang-orang tentang kampus di sana. Setelah hampir dua tahun pendidikanku terhenti, suatu hari aku tiba-tiba berpikir, “Kenapa aku tidak melanjutkan pendidikanku di sana saja? Apa salahnya mencoba?”
Akhirnya aku memulai kehidupan baruku dengan mendaftar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara (UMKOTA). Setelah resmi menjadi bagian dari kampus tersebut, aku tersadar bahwa apa yang dulu kupikir buruk justru menjadi awal jalanku menuju sesuatu yang lebih baik. Di sinilah aku menemukan lingkungan yang positif. Aku merasa beruntung bertemu dengan teman-teman yang baik, begitu pula dengan para dosennya.
Kalau bukan di UMKOTA, mungkin aku tidak bisa merasakan nikmatnya melanjutkan pendidikan tanpa harus jauh dari keluarga.
