Oleh: Fani Oschalia
Apakah kemajuan ilmu itu untuk merawat dan memperbaiki atau untuk merusak dan menghancurkan. Inilah paradoks ilmu pengetahuan. Kemajuan ilmu pengetahuan dijanjikan sebagai jalan menuju peradaban yang lebih damai. Teknologi, rasionalitas, dan sains diyakini akan membuat manusia meninggalkan kebiadaban perang. Namun sekarang dunia justru menyaksikan paradoks yang pahit yaitu perang modern. Perang modern adalah perang paling ilmiah yang pernah ada.
Rudal presisi, drone cerdas, kecerdasan buatan, dan sistem persenjataan mutakhir bukan lahir dari kebencian semata, melainkan dari puncak pencapaian ilmu pengetahuan manusia. Dunia tidak lagi dihancurkan oleh tangan kasar, tetapi oleh rumus, algoritma, dan kalkulasi yang dingin.
Inilah penyebab hilangnya keindahan dunia saat ini.Ilmu yang seharusnya melindungi kehidupan kita justru menjadi alat pemusnah massal. Rasionalitas yang diklaim netral berubah menjadi pembenaran. korban disebut collateral damage, kematian direduksi menjadi statistik, dan penderitaan manusia disederhanakan menjadi grafik geopolitik.
Perang modern tidak hanya meruntuhkan kota ataupun sebuah negara, tetapi juga mengikis nurani. Semakin canggih teknologi, semakin jauh jarak pelaku dari rasa bersalah. Tombol ditekan ribuan kilometer jauhnya, sementara darah mengalir di tanah yang tidak pernah mereka pijak.
krisis terbesar dunia bukanlah sumber daya alam melainkan krisis kebijaksanaan moral. Manusia mampu menciptakan mesin yang berpikir, tetapi gagal mempertahankan empati. Dunia menjadi efisien dalam menghancurkan, tetapi miskin dalam memelihara kehidupan.
Ilmu yang seharusnya membebaskan manusia malah justru sebaliknya. Mengurung manusia dalam sistem, mengubah manusia menjadi angka, data dan produktifitas sehingga menyingkirkan rasa, intuisi dan spiritualitas. Dunia rasanya sudah tidak hangat lagi. Maju tapi terasa hampa. Kemana makna, nilai dan rasa manusiawi itu pergi.
Dunia memang maju, tetapi tidak selalu lebih indah, karena keindahan tidak hanya lahir dari ilmu, melainkan dari cara manusia memanusiakan hidupnya.
