Hampir setiap hari paket “online” tiba di rumah di bilangan BTP Blok G No. 15-16 Makassar. Namun, paket yang tiba beberapa waktu melalui jasa penitipan JNE beda kemasannya. Beratnya 3 kg, dilapisi plastik merah maron, persegi panjang. Saya tidak sabar membukanya. Setelah dibuka, ternyata sebuah “Kado Buku” yang menjadi judul buku tersebut, KADO BUKU UNTUK SAHABAT. Langsung dikirim ke Makassar dari penulisnya sendiri.

Mendapat paket kiriman melalui JNE sudah hal biasa. Yang tidak biasa paket kemarin itu karena isinya 5 buah buku dengan edisi cetak eksklusif. Kami sekeluarga gembira bukan main mendapat hadiah buku dari orang yang luar biasa. Bahkan Ibu Dokter tak sabar lagi membuka dan membaca isinya.

Sekitar sejam semalam, sudah saya baca lebih separuh isinya. Penulisnya seolah-olah mengantar kita terbang bagai kupu-kupu yang meliuk-liuk di antara pohon cemara. Kekuatan penulis menyampaikan isi otaknya kepada pembaca patut diacungi jempol. Deskripsi yang tuntas, bahasanya sederhana. Saya suka karena alurnya sistematis dan kadang-kadang pembaca digiring ke suatu pemikiran praktis dan “endingnya” berupa kejutan yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya. Karena bahasanya sederhana, mudah dipahami, namun ada energi luar biasa dalam mengemas gagasannya dalam menyampaikan uraian singkat, padat, dan jelas.

Penulis fenomenal ini, familiar disapa dengan RIM, inisial dari namanya Ruslan Ismail Mage. Pakar politik, akademisi, penggerak, motivator, dan seabrek predikat yang menyatu dalam dirinya. Penulis buku politik dan dan motivasi ini sudah tak asing lagi. Pernah saya berkolaborasi dengannya dalam mengantar seorang gadis remaja asal Soppeng menuju tangga puncak Liga Dangdut Indonesia, Selfi LIDA asal Macanre, Soppeng. Tak tanggung-tanggung, kami berdua menulis perjalanan hidup Sang Mutiara dari Timur dalam 2 buah buku yang dicetak eksklusif dan uniknya dilaunching di Studio 5 Indonesia, 4 tahun lalu.

Sebagian nafas hidup sang penulis diabdikan dalam dunia literasi. Tak berlebihan jika inisial namanya, RIM, saya seringkali pelesetkan menjadi “Raja Indonesia Menulis”. Bukan asal memberi julukan baru itu, faktanya 3 buku lahir setiap tahun. Bahkan saat pandemi C-19, kreativitasnya tak pernah tiduri. Kalau tidak salah ingat, beliau telah melahirkan sedikitnya 3 buah buku dari tangan dinginnya selama pandemi. Salah satu buku tersebut tiba kemarin sore di kediaman saya.

Selamat Saudaraku, RIM (Ruslan Ismail Mage / Raja Indonesia Menulis). Semoga gagasan-gagasan segar dan bernas tak pernah berhenti untuk dikemas dalam bentuk buku. Dengan demikian, Saudaraku akan semakin familiar dan terkenal, bahkan dunia takkan pernah melupakanmu sebagaimana kata orang bijak bestari bahwa, “Jika ingin mengenal dunia, membacalah; namun jika kita menginginkan dunia mengenalmu , maka menulislah. Semoga!!! (HTB)

————————————————————-

Bandung, 15 Januari 2022.

(Visited 54 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.