Judul ; The Agony of Power
(Dominasi, Hegemoni, Teror).
Karya : Jean Baudrillard
Terjemahan Indonesia : Sushela M. Nur.
Penyunting : Zulkarnaen Ishak
Cetak : September 2021.
Penerbit : Basabasi, Joqyakarta.
124.hal.
ISBN. 978-623-305-234-4.
Salah satu manfaat meresume, bagi saya adalah dapat menguasai secara detail buku karya penciptanya.
Dr.Sudirman, S. Pd., M. Si. (Reviewer)
Tentang Jean Baudrillard.
Dia pakar teori kebudayaan, filsuf kontemporer, komentator politik, sosiolog dan fotografer asal Prancis.

Karya Baudrillard sering dikaitkan dengan pascamodernisme dan pascastrukturialisme.
karyanya yg terkenal pada saat Desertasi Doktornya yg di bukukan The System of Objects adalah buku 1968 karya sosiolog Jean Baudrillard.
Jean Baudrillard merupakan seorang teoritisi sosial pasca-struktural terpenting.
Meninggal dunia, di Paris Prancis, 6 Maret 2007.
Review BukuThe Agony of Power
Karya Jean Baudrillard, diawali dengan bahasan (1) Dari Dominasi ke Hegemoni, (2) Teror Putih Tatanan Dunia, (3) Di mana Kebaikan Tumbuh, (4) Akar Kejahatan
Buku ini menghimpun makalah-makalah yang sebelumnya tidak diterbitkan yang ditulis pada 2005, dua tahun sebelum sang penulis meninggal dunia. Jean Baudrillard menyampaikan materi makalahnya di berbagai konfrensi di dunia.
Jika semuanya sempurna, bahasa tidak berguna. Ini benar untuk hewan. Jika hewan tidak berbicara, itu karena semuanya sempurna untuk mereka. Jika suatu hari mereka mulai berbicara, itu karena dunia telah kehilangan kesempurnaan tertentu.
Jean Baudrillard
Dalam buku ini, Jean Baudrillard mengambil celah terakhir pada situasi membingungkan yang saat ini kita hadapi, yaitu saat kita keluar dari sistem “dominasi” dan memasuki dunia generalisasi “hegemoni” di mana setiap orang menjadi sandera dan kaki tangan pasar global.
Di pasar kebebasan politik dan seksual, ketika kemungkinan revolusi (dan pemahaman kita tentangnya) menghilang, Jean Baudrillard melihat proses hegemonik sebagai satu-satunya permulaan.
Begitu dikeluarkan, kenegatifan kembali dari dalam diri kita sebagai kekuatan antagonis—paling jelas dalam fenomena terorisme, tetapi juga sebagai ironi, ejekan, dan likuidasi simbolis semua nilai kemanusiaan.
Ini adalah dimensi hegemoni yang ditandai oleh sirkulasi tak terkendali—kapital, barang, informasi, atau bangunan sejarah—yang mengakhiri konsep pertukaran itu sendiri dan mendorong kapital melampaui batasnya: ke titik di mana ia menghancurkan kondisi keberadaannya sendiri.
Dalam sistem hegemoni, mereka yang teralienasi, tertindas, dan terjajah menemukan diri mereka berada di pihak sistem yang menyandera mereka.
Dalam momen paradoks di mana sejarah telah berubah menjadi lelucon, dominasi itu sendiri tampak sebagai kejahatan yang lebih ringan.
Buku ini mengumpulkan tiga esai makalah Jean Baudrillard: “Dari Dominasi ke Hegemoni”, “Teror Putih Tatanan Dunia”, “Di Mana Kebaikan Tumbuh”, dan wawancara Jean Baudrillard oleh Sylvere Lotringer.
Seperti Nietzsche, Jean Baudrillard tidak pernah takut mengguncang segala sesuatu, apa pun hasilnya.

Rekomendasi motivasi Reviewer
Jean Baudrillard meninggal 6 Maret 2007 di Paris, walaupun sudah wafat tetapi pemikiran dan pendapatnya abadi dalam tulisan berbentuk buku, pembenaran fakta dari Pramoedya Ananta Toer bahwa Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.
Kutipan tersebut secara jelas menyebut bahwa betapa pentingnya menulis.
Kepandaian terbaik pun akan kurang lengkap jika seseorang tidak menulis. Dengan menulis kita membuat sejarah.
Dengan menulis kita menggoresakan tinta ke dalam sejarah kehidupan banyak orang.
Kalau belum mampu menulis maka MEMBACALAH, saya saran kan baca karya karya Jean Baudrillard.

Wassalam, Makassar, 2.2.2002.
Sudirman Muhammadiyah
(Reviewer, pengajar sosiologi tinggal di Makassar)
