Kata yatim berasal dari bahasa Arab yang berarti anak kecil yang sudah tidak lagi memiliki ayah karena ditinggal mati. Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk menyantuni anak yatim. Mereka yang berbagi rezekinya dengan anak yatim akan mendapatkan beberapa keutamaan.

Seorang muslim yang ingin dekat dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di surga hendaklah menyantuni anak yatim. Kedekatan antara orang yang menyantuni anak yatim dan Rasulullah di surga diibaratkan seperti jari telunjuk dengan jari tengah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,” kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya” (HR. Bukhari).

Ayo kita #BersamaBerbagiBahagia di hari lebaran, ukir senyum di wajah anak yatim dan semoga Allah memberkahi kita semua,

By: Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ)

Watansoppeng, 28 April 2022

(Visited 45 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.