Oleh: Sabrie Mustamin
Setiap akhir Ramadan, kita melihat kebiasaan di masyarakat pada umumnya berbondong-bondong ke mal, swalayan, atau ke pasar tradisional untuk memperoleh berbagai kebutuhan lebaran. Pemandangan yang cenderung berbanding terbalik di masjid, yang perlahan semakin sepi dan sunyi.
Padahal, sesungguhnya di akhir Ramadan ada beberapa hal yang sangat perlu untuk diamalkan. Prof. Dr. T.M. Hasbi Ashshiddieqy menguraikan bagaimana seharusnya kita selesai mengerjakan ibadah puasa, sehingga makin sempurna peribadatan kita kepada Allah Swt. Menurutnya, berikut beberapa hal yang mesti kita lakukan.
Satu, bertakbir. Allah Swt memerintahkan kita mengakui kebesaran-Nya dengan mengucapkan takbir memecahkan kesunyian malam. Ucapan takbir di malam harinya merupakan ibadah yang dilakukan untuk melepaskan Ramadan, sekaligus menyambut kedatangan Hari Raya.
Kedua, Allah Swt memerintahkan untuk mengeluarkan sadaqatul Fithri (fitrah).
Ketiga, Allah Swt memerintahkan untuk mensyukuri-Nya dengan bertahmid, berzikir, dan beristigfar. Istigfar menampakkan puasa, sadaqah fithrah mensucikan kita dari perkataan keji dan perbuatan yang tidak senonoh.
Tegasnya, hendaknya kita melepas bulan Ramadan dengan membawa serta berbagai rupa amalan yang saleh yang akan menjadi saksi di hadapan Allah Swt. Betapa kita melepaskan bulan Ramadan, kita melepaskannya dengan seindah tahiyyah dan salam.
Dalam riwayat Ibn Mas’ud, beliau berseru di akhir Ramadan, “Wahai saudara-saudara yang telah diterima Allah Swt puasanya, bersenanglah, bergembiralah, dan berbahagialah engkau. Tetapi wahai orang yang di tolak amal puasanya, mudah-mudahan Allah Swt akan menutup bencana yang telah menimpa engkau.”
Diriwayatkan dari sayyidina Ali ra bahwa beliau berseru di malam penghabisan Ramadan, “Dapatkah kiranya aku mengetahui siapakah gerangan yang telah pasti diterima puasanya, supaya aku mengucapkan tahniah berbahagia? Siapakah gerangan yang bernasib malang, supaya aku bersenangkan hatinya.”
Hendaklah melepaskan puasa itu dengan rasa cemas dan harap. Cemas karena takut untuk tidak diterima amalan ramadan yang sudah kita lakukan. Berharap mudah-mudahan Allah Swt dengan limpahan karunia-Nya menerima segala amalan kita.
Semoga tulisan ini bermanfaat. Selamat menyambut Hari Raya Idulfitri 1443 H. Minal ‘Aidin wal-Faizin, mohon maaf lahir dan batin.
Bengkel Narasi Indonesia (BNI) KEREN, Bengkel Narasi (BN) Kolaka Utara YES! []
