Langitku Berduka

Kupikir hari ini
langitku akan cerah
udara yang sejuk
nyaman di pagi hari

Namun, nyatanya awan putih
tetap menyelimuti langitku
sehingga aku belum bisa pastikan
apakah nantinya akan hujan
atau panas matahari
bagiku masih samar-samar

Jadi aku harus apa?
Semua kehendak Ilahi
padahal aku sangat membutuhkan
langit yang cerah
dan panas matahari
untuk kelanjutan hidup ini

Mungkin karena duka yang mendalam
menyelimuti kampung desa tetangga
maka awan putih menyelimuti
tidak ada langit cerah
jauh dari harapan

Yang ada hanya penyesalan
Nak, andai saja kemarin
aku mengikuti keinginanmu

Hari ini kau terbaring kaku
pucat tanpa suara
tanpa gerak lincah
yang selalu kau perlihatkan
setiap bangun pagi

Nak, bicaralah!
buka matamu!
seorang ibu tak henti menangis
sementara anaknya terbaring
kaku dan pucat tertutup kain

Anakku!
tangisan dan histeris
rasa duka yang mendalam.

Lihat sini, Nak!
lihat, ibu memanggilmu
ibu menantimu

Ayo, bangun!
kamu harapan ibu
menuju surga
tetapi tidak sekarang

Nak, di sini banyak orang
Kami akan menemanimu bermain
di laut, di sungai
di mana pun kamu mau
kamu tidak akan sendiri

(Visited 170 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.