Oleh: Juharman Muliadi
Hidup terasa begitu sepi
Air mata menetes tanpa daya
Keluarga dan teman diam tersembunyi
Itulah situasi batin orang-orang yang tersiksa
Hidup menggiring mereka ke ujung nestapa
Tak ada teman seperjalanan yang menguatkan
Yang ada adalah butir-butir kenangan akan pengkhianatan
Kuingat slogan dari Hizbul Wathan “Ragu dan Bimbang Lebih Pulang” Ku pilih maju walau kaki masih kaku
Medan perang jadi penempa,
Pahlawan adalah mereka yang berani terluka
Luka tubuh adalah buktinya
Luka adalah simbol dari kepahlawanan yang perkasa
Perihnya luka mengingatkan Motto yang ku pakai di HMPS-PENJAS “Man jadda Wa Jadda”
Luka mental tidak pernah boleh dilupakan
Sayatan batin adalah simbol dari keperkasaan jiwa
Berikan aku waktu sejenak tenggelam dalam hiburan semu
Dengan berbesar hati kita koleksi piala-piala tanda keagungan jiwa
Jika Tuhan masih berpihak, jadikan kesempatan untuk meningkatkan kualitas kemanusiaan.
