Oleh: Juharman Muliadi

Hidup terasa begitu sepi
Air mata menetes tanpa daya

Keluarga dan teman diam tersembunyi

Itulah situasi batin orang-orang yang tersiksa

Hidup menggiring mereka ke ujung nestapa

Tak ada teman seperjalanan yang menguatkan

Yang ada adalah butir-butir kenangan akan pengkhianatan

Kuingat slogan dari Hizbul Wathan “Ragu dan Bimbang Lebih Pulang” Ku pilih maju walau kaki masih kaku

Medan perang jadi penempa,

Pahlawan adalah mereka yang berani terluka

Luka tubuh adalah buktinya

Luka adalah simbol dari kepahlawanan yang perkasa

Perihnya luka mengingatkan Motto yang ku pakai di HMPS-PENJAS “Man jadda Wa Jadda”

Luka mental tidak pernah boleh dilupakan

Sayatan batin adalah simbol dari keperkasaan jiwa

Berikan aku waktu sejenak tenggelam dalam hiburan semu

Dengan berbesar hati kita koleksi piala-piala tanda keagungan jiwa

Jika Tuhan masih berpihak, jadikan kesempatan untuk meningkatkan kualitas kemanusiaan.

(Visited 95 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.