
Sebelum menemukan peta syurga di ujung pena, ada baiknya juga temukan dulu bahagia dalam kebersamaan, itu juga menjadi salah satu kunci untuk menemukan peta syurga. Selain menemukan peta syurga di ujung pena kita, ada banyak jalan menuju pintu syurga, salah satunya bersilaturrahmi. Silaturrahmi juga menjamin umur menjadi lebih panjang dan lebih bermakna. Panjangnya umur bukan hanya terlihat dari kuantitas umur yang kita jalani di dunia, akan tetapi kualitas umur yang bermakna yang kita jalani. Salah satu contohnya, ketika jasad sudah terkubur dalam tanah, namun nama kita selalu menjadi buah bibir dari orang yang pernah menegenal kita, itulah salah satu bentuk umur yang panjang.
Hari sabtu, tanggal 10 Juli 20121, kebahagiaan menyeruak memenuhi seluruh ruang-ruang rasaku, memasuki nya lewat semua pori-pori ragaku. Silaturrahmi dengan keluarga Komunitas Bengkel Narasi khusus Kolut terlaksana yang telah lama menjadi impian kami. Pelaksanaan zoom, yang hampir menjadi agenda pertemuan mingguan kami lewat dunia maya menjadi penyebabnya. Makan kecil kami gelar bersama, demi menyambung silaturrahmi ini, walau masih ada kelurga BN yang belum sempat hadir karena kegiatan lain. Namun keadaan ini sudah lumayan mampu membayar rindu kami ingin bertemu dengan suasana ciri khas Bengkel Narasi dengan kostum seragamnya. Kuanggap ini pertemuan singkat, hanya hitungan jam, ya hanya hitungan jam. Pukul 15.20 baru ada seorang yang datang, perlahan bertambah satu per satu hingga akhirnya berkumpullah beberapa orang. Lalu kami pun berfoto bersama sebagai kenang-kenangan sekaligus menjadi dokumentasi kebersamaan kami.
Oleh karena salah satu peta syurga berada di ujung pena, jalan ke syurgapun bisa kita temukan dengan berbagai cara, salah satunya perbanyak silaturrahmi dengan orang-orang yang baik untuk mendiskusikan ide-ide cemerlang untuk kebaikan bersama. Bukankah peta syurga juga dapat ditemui ketika kita menjadi manusia yang baik yang bermanfaat? Sebagaimana apa yang dsampaikan salah satu hadist Nabi Muhammad bahwa “sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat.” Semoga kita semua, keluarga Bengkel Narasi dapat bermanfaat yang salaing menggeggam tangan dari seluruh pelosok Nusantara tercinta.
